Humaniora kemarin, Presiden tinjau vaksinasi-lindungi anak dari rokok

id jokowi,kpai,Wiku Adisasmito

Humaniora kemarin, Presiden tinjau vaksinasi-lindungi anak dari rokok

Presiden RI Joko Widodo meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (24/8/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora kemarin (Selasa, 24/8) yang masih menarik untuk dibaca, mulai dari Presiden meninjau penyuntikan 24 ribu dosis vaksin COVID-19 di Kaltim hingga KPAI minta pemerintah melindungi anak dari paparan rokok.

1. Presiden tinjau penyuntikan 24 ribu dosis vaksin COVID-19 di Kaltim

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebanyak 24 ribu dosis bagi warga di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (24/8).

“Ada sembilan kabupaten dan kota yang juga melakukan vaksinasi secara bersamaan. Di Provinsi Kalimantan Timur akan disuntikkan sebanyak 24 ribu vaksin,” kata Presiden Jokowi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), seperti ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa.

Baca juga: Presiden tinjau vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat di Balikpapan

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

2. RS kelas B didorong sediakan dokter spesialis fisik dan rehabilitasi

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Cut Putri Arianie mendorong rumah sakit kelas B menyediakan fasilitas kedokteran spesialis fisik dan rehabilitasi untuk menangani para penyandang disabilitas yang membutuhkan perawatan.

"Mestinya di setiap RS kelas B tersedia dokter spesialis fisik dan rehabilitasi. Pemda yang memantau ketersediaannya (dokter spesialis fisik dan rehabilitasi)," kata Putri dalam webinar "Rencana Aksi Nasional: Memasuki Era Perluasan Pembangunan Inklusif Penyandang Disabilitas" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga: RS kelas B didorong sediakan dokter spesialis fisik dan rehabilitasi

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

3. Satgas: Pertahankan perbaikan indikator kasus aktif dan kesembuhan

Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perlunya dipertahankan perbaikan indikator kasus aktif dan kesembuhan akibat COVID-19 yang merupakan kabar baik.

"Kasus aktif dan kesembuhan tidak akan mengalami penurunan apabila tidak ada kerja sama yang baik dari seluruh pihak, utamanya tenaga kesehatan yang berjuang menangani pasien COVID-19, serta pemerintah daerah yang bergerak cepat memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayahnya masing-masing," ujar Wiku dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Satgas: Pertahankan perbaikan indikator kasus aktif dan kesembuhan

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

4. Satgas minta Pemda berupaya turunkan angka kematian akibat COVID-19

Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah terus mengupayakan melakukan tindakan perbaikan untuk menurunkan angka kematian akibat COVID-19.

"Dimohon kepada pemerintah daerah utamanya yang masih mengalami kenaikan kematian yang tinggi untuk dapat segera melakukan tindakan perbaikan, khususnya kepada Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Gorontalo, Bali, dan Bengkulu," ujar Wiku dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Satgas minta Pemda berupaya turunkan angka kematian akibat COVID-19

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

5. KPAI minta pemerintah lindungi anak dari paparan rokok

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta pemerintah untuk memenuhi hak kesehatan kepada anak termasuk menghindarkan dari paparan rokok.

"Ini harus kita dorong bagaimana negara menghadirkan hak-hak anak termasuk hak kesehatan," kata Jasra dalam webinar "Diseminasi Industri Rokok, Meraup Keuntungan Ganda Dari Anak" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini

Baca juga: KPAI minta pemerintah lindungi anak dari paparan rokok

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar