Airlangga apresiasi bantuan oksigen medis dalam penanganan COVID-19

id Menko airlangga,bantuan oksigen

Airlangga apresiasi bantuan oksigen medis dalam penanganan COVID-19

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8/2021). Rakornas yang diselenggarakan secara virtual dengan diikuti seluruh kepala daerah tersebut presiden menekankan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Kris/aww.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), mengapresiasi respon cepat dan dukungan suplai oksigen medis dari PT Linde dan PT Smelting sebagai upaya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.

"Sinergi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI/POLRI, dan seluruh stakeholders terkait lainnya akan membuat Indonesia bisa segera keluar dari pandemi COVID-19 sekaligus memulihkan perekonomian nasional," kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Rabu.

Melalui Linde Indonesia Community Engagement (CE) Program, PT Linde kembali mengirimkan oksigen medis masing-masing sebanyak dua isotank ke Provinsi Sumatera Barat dan Jambi dengan masing-masing isotank berkapasitas volume 14 ton. Sehingga bantuan suplai oksigen medis yang diberikan PT Linde dan PT Smelting secara keseluruhan mencapai 76 ton.

Sedangkan untuk Provinsi Kalimantan Selatan, PT Linde dan PT Smelting berkomitmen mengirimkan satu isotank dengan kapasitas volume 20 ton.

Baca juga: Menko Airlangga: Kolaborasi kunci pemulihan ekonomi nasional

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa menghadapi lonjakan kasus aktif yang signifikan akibat adanya virus COVID-19 varian Delta, pemerintah melakukan pengendalian terhadap pandemi secara ketat, termasuk dengan konsisten menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis asesmen level.

Ketersediaan obatan-obatan, oksigen medis, ruang perawatan di Rumah Sakit (RS), tempat-tempat isolasi, tenaga kesehatan, serta akselerasi vaksinasi juga menjadi fokus utama pemerintah.

Situasi pandemi COVID-19 di beberapa provinsi Luar Jawa-Bali masih memerlukan perhatian khusus, misalnya di Jambi, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan. Per 25 Agustus 2021, tercatat total jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 64.209 kasus di Kalimantan Selatan, 85.130 kasus di Sumatera Barat, dan 27.422 kasus di Jambi.

Ia menyampaikan bahwa dengan peningkatan jumlah pasien di RS, ketersediaan oksigen medis di RS Rujukan COVID-19 menjadi sangat krusial untuk merawat pasien-pasien dengan gejala sedang dan berat. Pemerintah terus memastikan kecukupan kebutuhan oksigen medis dan obat-obatan dengan melibatkan semua pihak dari dalam dan luar negeri, termasuk dengan pihak swasta.

Baca juga: PPKM Luar Jawa Bali hingga 6 September dan dievaluasi setiap 2 minggu

Baca juga: Menko Airlangga : Luar Jawa-Bali sumbang kasus aktif 52,3 persen


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar