UMKM kuliner punya kesempatan emas untuk "go digital"

id UMKM go digital,Kemenkop UKM,UMKM kuliner

UMKM kuliner punya kesempatan emas untuk "go digital"

Ilustrasi - Perajin melihat stok kerajinan aksesori koginsashi miliknya pada aplikasi jual beli di Asriku Kreasi, Depok, Jawa Barat, Minggu (1/8/2021). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mengatakan baru 13,7 juta dari 64 juta pelaku UMKM yang sudah Go Digital dan menargetkan 30 juta pelaku UMKM telah Go Digital pada 2024 mendatang. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww/pri.

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Eddy Satriya mengatakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor kuliner memiliki kesempatan emas untuk berkembang dengan memanfaatkan inovasi dalam digitalisasi.

“Saya optimis melihat sektor kuliner ini dan peluangnya harus dimaksimalkan oleh kita,” kata Eddy saat dihubungi ANTARA pada Kamis.

“Di sektor kuliner sebenarnya tidak ada masalah secara produk. Masing-masing UMKM kuliner punya spesifikasi yang silih berganti dan cukup bagus, sehingga ketika ada bisnis yang mati, yang lain akan tumbuh lagi dan memiliki variasi yang banyak,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa UMKM "go digital" di masa pandemi merupakan suatu keniscayaan dan salah satu alternatif utama yang harus dilakukan oleh UMKM terdampak.

Baca juga: GoTo Financial tingkatkan peluang bisnis UMKM ritel lewat KONTAG

“Pandemi ini memang luar biasa, terutama membatasi orang untuk bersosialisasi dan berkomunikasi secara langsung, serta membatasi transaksi secara langsung pada produk-produk UMKM. Pandemi juga mendorong UMKM untuk memaksakan diri atau dipaksa untuk beralih serta memaksimalkan inovasi teknologi yang tersedia agar dapat bertahan dalam bisnisnya,” terang Eddy.

Ia mengatakan untuk mendukung UMKM go digital, pemerintah telah melaksanakan berbagai pelatihan untuk pelaku UMKM, baik dari Kemenkop UKM maupun kementerian lain yang memiliki program sejenis.

“Pelatihan UMKM ini memang cukup banyak, namun tingkat efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Artinya, kami masih harus bekerja keras agar pelatihan ini bisa menjadi solusi dan bukan hanya sekadar program jalan di tempat,” ujarnya.

Menurut Eddy, pemerintah terus melakukan berbagai perbaikan pelatihan digitalisasi UMKM. Dari sisi jumlah, pelatihan dapat dipercepat melalui aktivitas daring. Sementara dari sisi kualitas, pemerintah akan tetap menyediakan mentor yang berpengalaman di lapangan.

Ia juga mengatakan dua program utama transformasi UKM dari Kemenkop UKM, yaitu transformasi UMKM informal ke formal dan pemanfaatan inovasi digital, dapat diintegrasikan dalam rangka memaksimalkan literasi digital untuk pelaku UMKM.

“Transformasi UMKM dari informal menjadi formal perlu dilakukan pelaku UMKM. Dengan begitu, mereka akan mendapat fasilitas pelatihan, bantuan dana, dan sebagainya,” kata Eddy.

“Digitalisasi juga harus dimainkan walaupun pelaku UMKM hanya berbisnis melalui ponsel dan platform sederhana, seperti melalui YouTube dan Instagram,” pungkasnya.

Baca juga: Mendukung produk lokal lestari unggulan

Baca juga: Pemerintah terus berikan dukungan regulasi untuk UMKM digital

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar