BPBD Papua tingkatkan koordinasi terkait dampak badai La Nina

id BPBD Papua,Cuaca ekstrim,La nina

BPBD Papua tingkatkan koordinasi terkait dampak badai La Nina

Kepala BPBD Provinsi Papua Welliam R. Manderi. ANTARA/Hendrina Dian Kandipi.

Jayapura (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua meningkatkan koordinasi dengan BBMKG Wilayah V Jayapura terkait kesiapan menghadapi cuaca ekstrem yang diakibatkan Badai La Nina pada Oktober 2021 hingga Februari 2022.
 
Kepala BPBD Provinsi Papua Welliam R. Manderi melalui telepon selulernya kepada ANTARA di Jayapura, Sabtu, mengatakan khususnya untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang tinggal beberapa minggu lagi.
 
"Badai La Nina ini mengakibatkan cuaca ekstrem dan akan dialami tidak hanya Papua namun hampir seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Menurut Welliam, sehingga sejak dini pihaknya mengimbau BPBD pada seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua untuk waspada akan dampak yang akan dialami dari Badai La Nina.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem di Papua Barat

Baca juga: Waspadai gelombang 4 meter di Manokwari, sebut BMKG

 
"Khusus untuk PON, kami akan mengingatkan PB PON agar lebih memperhatikan pelaksanaan pertandingan yang dilakukan di luar ruangan seperti para layang atau cabang olahraga di laut," ujarnya.
 
Ia menjelaskan apalagi pada beberapa minggu ke depan, ada beberapa cabang olahraga yang akan mulai bertanding sebelum pembukaan PON XX, pihaknya akan berkoordinasi dan menginformasikan hal-hal yang harus diwaspadai agar segera diambil langkah-langkah antisipasi atau penanganan.
 
"Sedangkan bagi masyarakat yang berada di daerah berpotensi bencana juga diharapkan waspada dan memperhatikan imbauan atau peringatan yang diberikan pemerintah terkait cuaca ekstrem," katanya lagi.
 
Ia menambahkan masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada menghadapi cuaca ekstrem akibat Badai La Nina ini agar tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil.
 

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar