Fauci dukung vaksinasi COVID wajib bagi anak sekolah AS

id Dr. Anthony Fauci,amerika serikat,covid-19,vaksin

Fauci dukung vaksinasi COVID wajib bagi anak sekolah AS

Pakar penyakit menular terkemuka Dr. Anthony Fauci bersaksi di depan Senat AS di Washington, AS, Juli 2021. ANTARA/Pool via REUTERS/J. Scott Applewhite/am.

Washington (ANTARA) - Pakar penyakit menular terkemuka AS Dr. Anthony Fauci pada Minggu (29/8) mengaku mendukung vaksinasi COVID-19 wajib bagi anak-anak yang datang ke sekolah saat varian COVID-19 Delta yang sangat menular terus menyebabkan lonjakan kasus di negara tersebut.

"Saya yakin bahwa kewajiban vaksin untuk anak-anak yang hadir di sekolah adalah ide yang bagus," kata Fauci kepada program "State of the Union" CNN. "Kami telah melakukan ini selama puluhan tahun, mewajibkan vaksinasi polio, campak, gondok, rubella dan hepatitis".

Saat ini anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin COVID-19.

Namun, Fauci dalam wawancara terpisah di program "This Week" ABC, mengatakan harusnya ada data yang cukup pada awal Oktober bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk mempertimbangkan apakah vaksin aman untuk anak-anak di bawah usia itu.

Baca juga: Fauci: Varian Delta di balik lebih dari 80 persen kasus COVID di AS

"Saya rasa ada peluang yang beralasan" bahwa vaksin Moderna atau Pfizer-BioNTech bisa mengantongi izin FDA untuk anak di bawah usia 12 tahun sebelum musim liburan mendatang, kata Fauci, direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan Alergi dan penasihat medis Gedung Putih, Selasa lalu.

Ketika sekolah dibuka lagi pada musim gugur, lonjakan kasus COVID-19 telah menimbulkan gangguan yang sangat berarti.

Puluhan sekolah di seluruh wilayah menunda awal tahun ajaran atau menutup sekolah sejak dibuka pada Agustus, menurut data di situs pelacakan Burbio.

Data itu menunjukkan sejauh ini dampak terparah terhadap sekolah terjadi di Selatan, pusat wabah saat ini namun memiliki tingkat vaksinasi terendah di negara tersebut.

Pembukaan kembali sekolah juga berkontribusi pada krisis pasokan tes COVID-19 di AS lantaran pihak sekolah mengaktifkan kembali program pengawasan yang membutuhkan puluhan juta tes, menurut pejabat kesehatan setempat dan eksekutif industri.

Sumber: Reuters

Baca juga: Fauci minta China rilis catatan medis pekerja laboratorium Wuhan
Baca juga: AS berencana wajibkan pengunjung asing divaksin

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar