BKKBN beri Jatim Penghargaan Manggala Karya Kencana

id Jawa Timur, Total fertility rate,BKKBN

BKKBN beri Jatim Penghargaan Manggala Karya Kencana

Tangkapan layar Kepala BKKBN Hasto wardoyo (kiri) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dalam acara “Penyematan Penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa” yang terpantau secara daring di Jakarta, Senin (6/9/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Provinsi Jawa Timur karena telah bekerja keras menjaga angka kelahiran total (total fertility rate/ TFR ) dengan baik.

“Bu Gubernur sudah memimpin Jawa Timur dengan baik karena TFR di Jawa Timur untuk di seluruh Pulau Jawa relatif terjaga dengan baik. Bahkan angkanya sekarang ini 1,9 lebih sedikit,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam acara Penyematan Penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang terpantau secara daring di Jakarta, Senin.

Penyerahan penghargaan itu dilakukan oleh Hasto selaku Kepala BKKBN kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa karena Jawa Timur bisa menjaga angka TFR secara stabil yakni di angka 1,9.

Baca juga: BKKBN minta calon ibu lakukan skrining kesehatan sebelum menikah

Selain itu, Jawa Timur dengan berani mengambil langkah untuk melakukan pencegahan terjadinya perkawinan pada usia dini. Pencegahan tersebut dilakukan melalui pembuatan surat edaran untuk sosialisasi pentingnya mencegah perkawinan dini.

"Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ibu Gubernur juga sudah memberikan komitmen yang besar untuk pencegahan perkawinan usia anak, dengan membuat surat edaran untuk sosialisasi pentingnya mencegah perkawinan dini," ujar Hasto.

Selanjutnya Hasto mengatakan, tahun ini BKKBN akan berfokus pada peningkatan kualitas penduduk, melalui percepatan penurunan angka stunting. Setelah sebelumnya berfokus pada kuantitas penduduk.

Baca juga: BKKBN lakukan inovasi pendampingan ibu hamil atasi stunting

Ia berharap Jawa Timur dapat membantu pihaknya untuk memimpin program percepatan penurunan stunting, mengingat angka TFR di Jawa Timur tidak sebesar milik provinsi-provinsi lainnya.

“Jawa Timur yang dengan total TFR nya sudah di bawah 2, tentu kami berharap akan menjadi leading di dalam program percepatan penurunan stunting. Karena untuk penurunan TFR sudah tidak sebesar di provinsi lain,” kata dia.

Ia menjelaskan, beberapa daerah di Pulau Jawa, diprediksi akan lebih dulu meraih dan masuk ke dalam bonus demografi, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Baca juga: Purworejo terima penghargaan Manggala Karya Kencana

Hasto juga mengatakan bahwa ketika menutup celah demografi, Jawa Timur memiliki kemungkinan lebih cepat dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Sehingga harapannya, akselerasi pertumbuhan ekonomi sebagai bentuk dari bonus demografi akan lebih cepat di Jawa Timur kemudian DIY dan Bali. Itulah harapan-harapan kami dari TFR yang sudah rendah,” ucap Hasto.

TFR adalah jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita selama usia suburnya (15-49 tahun). TFR sebesar 2,1 dinilai merupakan angka standar capaian ideal bagi seluruh negara karena penduduk tumbuh seimbang.

Baca juga: BKKBN jalankan strategi revitalisasi pelayanan KB di rumah sakit


Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar