Survei Agoda ungkap lima tren wisatawan Indonesia

id agoda,tren wisatawan,staycation,destinasi wisata

Survei Agoda ungkap lima tren wisatawan Indonesia

Ilustrasi - Wisatawan. ANTARA/HO-Pexels.

Jakarta (ANTARA) - Aplikasi perjalanan Agoda pada Selasa mengungkap lima cara teratas terkait perilaku wisatawan Indonesia dalam melakukan perjalanan pada saat pandemi melalui sebuah survei bertajuk “Travel in 2021”.

“Untuk wisatawan Indonesia ada tren pada masa pandemi. Hasil survei teratas menunjukkan bahwa orang yang bepergian saat ini lebih banyak melakukan perjalanan singkat, artinya ada kecenderungan staycation seperti yang selama ini sudah kita kenal,” kata Senior Country Director Agoda Indonesia Gede Gunawan saat diskusi virtual dalam acara “Agoda Media Briefing” pada Selasa.

Baca juga: Tren wisata normal baru, destinasi dekat rumah semakin dilirik

Staycation ini, misalnya, wisatawan yang berada di pulau Jawa maka hanya akan travelling di pulau Jawa dengan durasi destinasi yang pendek,” tambah Gunawan.

Jika dirinci, survei menunjukkan tiga tren teratas, di antaranya 42 persen orang Indonesia cenderung melakukan perjalanan singkat, 37 persen responden ingin mengeksplorasi tujuan wisata lokal yang baru, dan 30 persen ingin mencari pengalaman sebagai bagian dari akomodasi mereka.

“Ada hal yang menarik dari survei bahwa wisatawan Indonesia saat ini juga sangat gemar menjelajahi destinasi-destinasi lokal baru. Kalau dulu, misalnya, wisatawan hanya terpaku berkunjung ke Pantai Kuta yang sangat populer di Bali, sekarang mungkin mereka akan menjelajahi destinasi-destinasi baru, baik yang masih di Bali maupun di tempat-tempat lain,” ujar Gunawan.

Baca juga: Prediksi tren wisata 2021, "staycation" hingga "roadtrip"

Tidak berhenti sampai di situ, dua tren sisanya menunjukkan 29 persen responden menggunakan situs perjalanan online seperti Agoda untuk booking perjalanan dan 27 persen orang Indonesia memperlakukan akomodasi sebagai destinasi, bukan hanya tempat untuk beristirahat.

“Uniknya, pelanggan di Indonesia saat ini menjadikan akomodasi sebagai tujuan destinasi. Jadi, akomodasi atau hotel itu bukan hanya menjadi tempat penginapan, tetapi lebih dari itu,” tuturnya.

Gunawan mengatakan pada masa sebelumnya hotel merupakan basis wisatawan untuk menjelajahi wilayah lokal, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Baca juga: "Staycation" dan "roadtrip" tren favorit pemburu diskon wisata

Kini, pengunjung domestik dan staycation telah mendominasi rencana perjalanan. Kebanyakan orang ingin meningkatkan pengalaman akomodasi karena mereka mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di hotel dan mencari hotel yang menyediakan hiburan fasilitas.

“Ini sangat menarik karena kalau dahulu orang-orang yang stay di hotel hanya ingin menginap saja. Tetapi sekarang kecenderungannya adalah hotel tersebut dijadikan sebagai destinasi dan dari sinilah mereka mulai menjelajah untuk mencari pengalaman baru hingga mengeksplorasi fasilitas hotel,” ujarnya.

“Di hotel, mereka mencari aktivitas tambahan atau sekadar kemewahan tambahan, seperti makanan dan minuman, paket spa, atau benefit untuk late check out. Cara orang menikmati liburan kini sudah berubah,” pungkas Gunawan.

Baca juga: Pandemi COVID-19, tren wisata pakai helikopter "private" meningkat

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar