Pulau-pulau penyangga di Batam nihil kasus COVID-19

id kasus covid-19 batam,pulau penyangga batam,kasus covid-19 di pulau-pulau,wali kota batam muhammad rudi,sembuh,covid,vaksin covid,vaksin corona,vaksin

Pulau-pulau penyangga di Batam nihil kasus COVID-19

Kapal-kapal warga pesisir tambat di Perairan Belakangpadang kota Batam Kepulauan Riau. (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Pulau-pulau penyangga di Kota Batam Kepuluan Riau kembali menjadi zona hijau dengan nol kasus aktif COVID-19 seiring dengan makin melandainya kasus penularan di daerah yang berseberangan dengan Singapura itu.

Laporan Satgas COVID-19 Kota Batam, Selasa, menyebutkan, dari tiga kecamatan penyangga, dua di antaranya zona hijau yaitu Belakangpadang dan Galang. Sedangkan Bulang masih zona kuning dengan seorang yang masih dirawat karena COVID-19.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan, pulau penyangga memang semestinya bisa menjadi zona hijau lebih cepat, karena lebih mudah untuk melakukan pembatasan mobilitas penduduk dan tracing kasus COVID-19 di sana.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 alami penambahan sebanyak 7.201 pada Selasa

"Hinterland harus hijau," kata Wali Kota.

Sementara di pulau penyangga, dari sembilan kecamatan di sana, tinggal dua di antaranya yang zona merah, yaitu Batuaji dan Batam Kota. Sedangkan tiga lainnya merah muda yaitu Sekupang, Lubukbaja, dan Sagulung, dan empat lainnya zona kuning yaitu Batuampar, Bengkong, Nongsa, dan Seibeduk.

Pada Selasa, tercatat 11 penambahan kasus baru COVID-19, sehingga totalnya mencapai 25.617 kasus. Tambahan sembuh 33 orang, dan kumulatif menjadi 24.655.

"Sebanyak 821 orang meninggal dan 141 orang dalam perawatan," demikian laporan Satgas COVID-19 Batam yang dibagikan Kepala Dinas Kominfo Batam Azril Apriansyah.

Tingkat kesembuhan mencapai 96,24 persen, tingkat kematian 3,20 persen, dan kasus aktif 0,55 persen.

Disebutkan pula, dari 821 kasus meninggal, 396 di antaranya dengan komorbid.

Penyakit penyerta yang paling banyak diderita hingga menyebabkan kematian adalah diabetes melitus, hipertensi, dan pnemonia dengan masing-masing di atas 100 kasus.

Baca juga: Kematian akibat COVID-19 di Indonesia konsisten di bawah 1.000 kasus
Baca juga: Presiden apresiasi antusiasme masyarakat Blitar ikut program vaksinasi

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar