Ganjar: Cari solusi terbaik polemik lahan Pemkot Magelang

id ganjar pranowo, pemkot magelang,akademi militer ,tanah magelang

Ganjar: Cari solusi terbaik polemik lahan Pemkot Magelang

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri), berbincang dengan Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz, dan Pejabat Rektor Unimma, Dr Lilik Andriyani, SE MSi dalam pemantauan vaksinasi massal di kampus perguruan tinggi swasta itu, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu. ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan akan mencari solusi terbaik penyelesaian polemik lahan Kantor Wali Kota Magelang dengan Akademi Militer di Magelang.

"Saya sudah bicara langsung dengan presiden dan panglima TNI. Belum ada keputusan, biar dirapatkan dulu di tingkat nasional dan dicari yang terbaik," kata dia, di Magelang, Rabu.

Baca juga: Praja Bakti Taruna dukung kesejahteraan warga Magelang

Ia meminta sementara ini Kantor Wali Kota Magelang tetap digunakan dulu, karena juga tidak ada upaya untuk diambil-alih atau untuk dipakai segera. "Kemarin dipasangi logo TNI, tidak apa-apa, yang penting tetap operasional, pelayanan masyarakat tetap bisa berjalan," katanya.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz, berharap mudah-mudahan pemerintah provinsi terus membantu bagaimana menyelesaikan permasalahan lahan tersebut dengan baik. "Kota Magelang juga terus berupaya. Magelang mempersiapkan apa pun yang akan diputuskan oleh pemerintah pusat ke depan," katanya.

Baca juga: Kasad Andika Perkasa apresiasi langkah putra mantan petinggi Kopassus

Ia menyampaikan bahwa dia sudah ke Jakarta untuk membicarakan hal itu dan nanti antar sekretaris daerah juga akan bertemu di tingkat teknis membicarakan persoalan kota ini.

"Pesan dari saya yang penting sabar dan tidak usah reponsif. Kami mengetahui bahwa semua institusi negara ini punya kepentingan. Pemerintah kota jelas, Akademi TNI juga punya kepentingan dan nanti akan dibicarakan secara baik," katanya.

Baca juga: Taruna Akademi Militer lakukan tradisi pesta air

Ia berharap pada masa kepemimpinannya persoalan itu bisa selesai secara baik, apakah pemkot tetap menempatinya atau pindah.

"Apakah harus tetap di situ, istilahnya dengan perhitungan atau kami pindah dengan perhitungan. Doakan saja supaya kami bisa menyelesaikan secara baik, karena ini juga tidak gampang. Perjanjian-perjanjian yang lama dari pemimpin pendahulu harus kami hormati," katanya. 

Baca juga: Taruna Akademi Militer tingkat III selesaikan latihan hulubalang

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar