Fernandez merasa seperti Cinderella usai final US Open

id Fernandez, Leylah Fernandez ,US Open

Fernandez merasa seperti Cinderella usai final US Open

Petenis Leylah Fernandez mengembalikan bola ke arah petenis Emma Raducanu pada babak final tunggal putri turnamen AS Terbuka 2021 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Flushing, New York, Amerika Serikat, Sabtu (11/9/2021). ANTARA FOTO/USA TODAY Sports/Robert Deutsch/via REUTERS/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Petenis remaja Kanada Leylah Fernandez merasa seperti Cinderella setelah terjebak dalam banyak wawancara menyusul langkahnya yang tak terduga masuk ke final US Open.

Petenis berusia 19 tahun itu, bersama dengan juara US Open Emma Raducanu, menuai banyak pujian dari seluruh dunia setelah penampilannya yang mengagumkan di Flushing Meadows, New York.

Setelah dua pekan yang intens, Fernandez menata rambutnya terurai saat berbagi panggung yang sama dengan selebritas papan atas dalam acara Met Gala di New York, serta muncul di acara talkshow. Dia juga telah menandatangani kesepakatan baru dengan sponsor.

Baca juga: Final US Open tampilkan duel petenis remaja Raducanu dan Fernandez

"Rasanya seperti saya adalah Cinderella," kata Fernandez memberi komentar soal kehadirannya di Met Gala, sambil duduk bersama sesama petenis Kanada Felix Auger Aliassime, dikutip dari Reuters.

"Semuanya datang begitu cepat."

Meski saat ini dia tengah naik daun, ada beberapa hal yang tidak ingin dia ubah, salah satunya adalah ayahnya, Jorge, tetap menjadi pelatih utamanya.

Jorge, pemain sepak bola kelahiran Ekuador yang awalnya hanya tahu sedikit tentang tenis, membantu Fernandez mengalahkan tiga unggulan peringkat lima besar dalam perjalanan ke final, termasuk juara bertahan Naomi Osaka.

"Saya beruntung memiliki dia sebagai pelatih dan sebagai ayah karena dia sudah berada di sana sejak awal," kata Fernandez, yang naik dari peringkat 73 menjadi 28 pada peringkat WTA hanya dalam dua pekan.

Baca juga: Para petenis remaja berbakat incar tempat di semifinal US Open

"Dia mengenal saya sejak awal dan dia tahu apa yang harus dilakukan dan kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktu yang tepat untuk membawa pemain lain masuk."

"Pada akhirnya saya tahu bahwa ayah saya akan berada di samping saya untuk waktu yang lama."

Pada saat pesenam AS Simone Biles dan petenis Jepang Osaka menyoroti kesehatan mental atlet dengan mengungkapkan perjuangan mereka untuk mengatasi tekanan ekspektasi, Fernandez bersyukur dengan dukungan kuat dari timnya.

"Saya hanya mencoba melakukan apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa saya kendalikan," kata Fernandez.

Baca juga: Juara bertahan Naomi Osaka tersingkir dari US Open

Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar