Moeldoko: Perpres pendanaan pesantren untuk tingkatkan kualitas santri

id Moeldoko, Perpres Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren

Moeldoko: Perpres pendanaan pesantren untuk tingkatkan kualitas santri

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. ANTARA/HO-KSP/am.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menegaskan, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren merupakan wujud komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, guna mencetak lulusan santri yang kompetitif.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta.

Baca juga: Menag: Perpres 82/2021 buat pemda bisa alokasikan dana untuk pesantren

"Perpres pendanaan pesantren bentuk komitmen Presiden Jokowi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan pesantren,” kata dia.

Menurut dia, pesantren selama ini sudah terbukti menjadi lembaga pendidikan yang baik, terutama dalam pendidikan karakter. Dia mengatakan, dengan adanya Perpres Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, diharapkan pesantren semakin berdaya sebagai lembaga pendidikan, dan mampu mendistribusikan pendidikan secara komprehensif, mulai dari agama, umum, hingga pembentukan karakter.

Baca juga: PSI siap mengawal Perpres Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren

Seperti diketahui, Perpres Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 September 2021. Penyusunan Perpres ini dilakukan Kementerian Agama melibatkan para pihak dari lintas kementerian/lembaga negara, dan pemangku kepentingan pesantren.

Adapun dalam safari pesantren di Sampang dan Bangkalan, dia yang didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP, Rumadi Ahmad, juga menyampaikan apresiasi kepada kyai dan tokoh masyarakat, yang telah berperan aktif mengendalikan dan menekan Covid-19.

Baca juga: PPP: Perpres 82/2021 bukti kehadiran negara jaga eksistensi pesantren

"Madura sebelumnya zona merah, tapi sekarang turun drastis. Ini juga tidak terlepas dari peran serta para kyai dan tokoh masyarakat. Kondisi ini harus dijaga jangan sampai kita PPKM darurat lagi, nggak enak," ujar dia.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar