Pemerhati dorong kebijakan Kemendikbudristek sentuh seniman

id budaya, kemendikbudristek,kebijakan budaya

Pemerhati dorong kebijakan Kemendikbudristek sentuh seniman

Rektor ISBI Bandung Prof Dr Een Herdiani. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Pemerhati budaya dari Institusi Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Prof Dr Een Herdiani mendorong kebijakan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek dapat menyentuh para seniman, terutama saat pandemi COVID-19.

“Sejumlah program seperti Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) belum menyentuh para seniman. Kegiatan tersebut mirip dengan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) bersifat kegiatan hiburan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan PKN itu belum menjadi solusi bagi kesulitan seniman yang terdampak pandemi, akan tetapi masih merupakan kegiatan rutin.

“PKN sudah berlangsung sebelum masa pandemi dan kegiatan itu masih merupakan pada hal yang bersifat pemberian ruang apresiasi agar seniman terus berkarya,” kata Een Herdiani yang juga Rektor ISBI Bandung itu.

Baca juga: Presiden: PKN bukti seniman tidak tunduk pada pandemi

Program yang benar-benar diperuntukkan bagi seniman yang terdampak pandemi, lanjut dia, adalah saluran Budaya Saya yang menampilkan karya para seniman. Untuk bantuan bagi seniman Rp10 juta sampai Rp20 juta per kelompok. Namun tidak semua seniman mendapatkan bantuan itu.

"Program lainnya juga ada, yakni melalui sistem pendataan (digital) seniman diberi bantuan juga secara perseorangan, dengan besaran berkisar tiga jutaan per orang,” kata dia.

Namun, dalam proses pendataan tersebut memiliki kendala tersendiri, di mana seniman di daerah kesulitan mengakses formulir digital, sedangkan instansi yang menaungi kebudayaan tidak memiliki data seniman di daerah itu.

"Untuk PKN tentu berpengaruh pada kegairahan seniman dalam berkarya tetapi masih dalam skala kecil bisa saja ada pengaruhnya. Namun demikian, lagi-lagi mekanisme penunjukan seniman yang tampil dalam PKN sistem kurasinya kurang begitu transparan," katanya.

Een menambahkan ada program yang menarik yakni Gerakan Seniman Mengajar di Sekolah (GSMS) dan Belajar Bersama Maestro (BBM), yang mana program ini cukup signifikan pengaruhnya.

Di samping memotivasi seniman dalam kegiatan pewarisan bagi generasi penerus, katanya, program itu juga yang tak kalah pentingnya adalah pemberdayaan seniman itu sendiri di daerah-daerah.

Een berharap, ke depannya kebijakan Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek dapat menyentuh langsung seniman di Tanah Air.

Baca juga: "Jantra Tradisi Bali 2020" sajikan seni virtual hingga berbagai lomba
Baca juga: "Tapak Jaran Sembrani" kirim efikasi budaya hadapi pandemi
Baca juga: Pekan Kebudayaan Nasional, Kemendikbud luncurkan Pasarbudaya daring


Pewarta : Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar