Satpol PP Jakut cegah ODGJ berkeliaran yang resahkan masyarakat

id Orang Dengan Gangguan Jiwa, ODGJ, ODGJ berkeliaran,Jakarta Utara

Satpol PP Jakut cegah ODGJ berkeliaran yang resahkan masyarakat

Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rawa Badak Utara mengangkut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliaran di lingkungan RW04 Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara pada Jumat (17/9/2021). (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Utara)

Jakarta (ANTARA) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara berkoloborasi dengan Suku Dinas Sosial untuk melakukan upaya pencegahan terhadap keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran agar tidak meresahkan masyarakat dan meluas.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rawa Badak Utara Tri Putrianti melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat menuturkan keberadaan ODGJ kerap berkeliaran di Jalan Cibadak, Rukun Warga (RW) 04 Kelurahan Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, sehingga membuat resah masyarakat setempat.

Baca juga: 50 orang dengan gangguan jiwa ikut vaksin di Jakarta Barat

Tri mengungkapkan ODGJ tersebut tidak mengenakan busana di di tengah lingkungan masyarakat.

Selain itu, Tri mengatakan petugas Satpol PP berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Utara agar para ODGJ mendapatkan penanganan lebih lanjut dan bisa segera ditemukan oleh pihak keluarga yang kehilangan.

"Dengan adanya ODGJ yang berkeliaran di lingkungan masyarakat tanpa celana dan pakaian, kami bawa dan serahkan ke Sudin Sosial Jakarta Utara," kata Tri.

Tri mengimbau kepada seluruh masyarakat Rawa Badak Utara agar segera melapor jika ada kejadian yang sama mengganggu di lingkungannya.

"Supaya lingkungan masyarakat kembali kondusif dan aktivitas dapat kembali berjalan," ujar Tri.

Dua pekan sebelumnya pada Jumat (3/9), pengurus panti sosial di Rawa Sengon, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Hasyim menuturkan kejadian ODGJ yang berkeliaran juga terjadi di tempatnya karena fasilitas penunjang berupa gedung yang belum memadai.

"Saya sih punya pasien kan sering kabur. Mending kalau sampai rumah, kalau enggak sampai rumah kan kasihan. Makanya yang pertama safety di bangunan, kedua mungkin obat-obatan yang stabil. Karena di sini kan masih sangat sederhana lah untuk konsumsi vitamin-vitamin itu," ungkap Hasyim.

Baca juga: ODGJ binaan panti di Kelapa Gading belum divaksin karena tak punya NIK

Namun Hasyim menyatakan pihaknya tetap mengupayakan merawat ODGJ untuk menginap di tempat yang seadanya layaknya orang tanpa gangguan jiwa.

Misalnya, mencukur rambut, memberi vitamin, mandi, dan obat-obatan herbal (non kimia) kepada penderita ODGJ.

"Jadi di sini bersih jiwa dan bersih jasmani. Kalau memang perlu dikasih herbal, perlu dimandikan malam terus, begitu. Ya, dilihat dari tingkatannya, persentase (gangguan jiwa)-nya," ucap Hasyim.

"Kesulitannya yah, namanya orang sudah lain pikirannya, mesti banyak-banyak sabar, banyak-banyak ikhlas. Tapi kami ini memanusiakan mereka di sini," tutur  Hasyim.

Di panti itu, jumlah ODGJ sebanyak 30 orang dengan rentang usia beragam mulai 15 tahun, 17 tahun, bahkan ada yang sudah 50 tahun lebih. Sedangkan jumlah petugas yang berjaga dan merawat ODGJ tersebut sebanyak 20 orang.

Namun, Kapolsek Kelapa Gading AKP Rio Mikael Tobing sudah menyambangi Rumah Penampungan ODGJ di Kelapa Gading tersebut guna menyalurkan sejumlah paket bantuan sosial sebagai bentuk perhatian bagi kesehatan warga di sana, Jumat (3/9).

“Kami juga sudah berkoordinasi kepada pihak yayasan bahwa yayasan ini membutuhkan bantuan dukungan dari kita, masyarakat, supaya bisa menjalani kehidupannya sehari-hari,” ujar Rio.

Baca juga: Kemarin, kebocoran data di PeduliLindungi hingga wisata Setu Babakan

Pewarta : Abdu Faisal
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar