Sineas muda tetap kreatif pada saat PPKM

id Kemendikbudristek,sineas, kompetisi produksi,sineas indonesia

Sineas muda tetap kreatif pada saat PPKM

Webinar mengenai pembuatan film pada masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Sabtu (18/9/2021). ANTARA/Indriani.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah sineas muda di Tanah Air mengaku tetap berusaha melakukan kreatifitas ditengah pembatasan pemberlakukan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Memang ruang gerak menjadi terbatas, karena kemarin PPKM dan sekarang juga masih PPKM. Untuk syutingnya kita berusaha untuk banyak dilakukan di ruang tertutup,” ujar sineas dari Zettamind Studios Je Yatmoko dalam webinar di Jakarta, Sabtu.

Dia menambahkan selama proses produksi, pihaknya berupaya memanfaatkan lokasi yang berdekatan. Meski tidak sebebas seperti sebelum pandemi COVID-19, pihaknya berusaha untuk tetap berkreasi.

Baca juga: Akatara 2021 jadi wadah sineas dan investor kembangkan industri film

Dalam proses syuting maupun produksi, lanjut dia, dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Zettamind Studios berdiri pada tahun 2017 yang merupakan wadah bagi sineas maupun pelaku industri kreatif yang ada di kota Batam.Zettamind Studios merupakan salah satu pemenang proposal Kompetisi Produksi (Kompro) Film 2021. Pihaknya mengangkat judul Radio Pakcik Mahmud.

Sineas lainnya dari Hore Production Makassar, Feranda, mengatakan selama pandemi pihaknya berupaya dengan menggunakan kru yang tidak banyak dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Feranda menambahkan pihaknya juga menganggarkan dana lebih besar untuk kebutuhan syuting pada saat pandemi COVID-19.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan akan memproduksi sepuluh proposal film pendek yang terpilih dalam ajang Kompetisi Produksi Film Tahun 2021.

Kompetisi Produksi (Kompro) Film 2021 merupakan wadah yang ditujukan bagi para sineas untuk meningkatkan kreativitas dan semangat berkarya pada masa pandemi COVID-19.

Kompetisi itu diselenggarakan untuk meningkatkan ketersediaan film pendek berkualitas yang mampu menanamkan pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal.

Baca juga: Pemerintah siapkan Rp300 miliar untuk menggerakkan industri film

Baca juga: Indiskop, New York Film Academy, dan peningkatan SDM sineas Indonesia

Baca juga: Kemenparekraf nilai investor film Indonesia makin bervariasi


Pewarta : Indriani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar