Kemendag: 18 ton kopi UKM Subang tembus pasar Arab Saudi

id ekspor kopi,kopi sabang,kopi arabika,kemendag,pasar arab saudi

Kemendag: 18 ton kopi UKM Subang tembus pasar Arab Saudi

Salah satu Desa Devisa binaan LPEI, Desa Devisa Kopi Subang, Jawa Barat, berhasil melakukan ekspor perdana sebanyak 18 ton kopi arabika ke Arab Saudi.  (ANTARA/HO-LPEI)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 18 ton kopi produk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Koperasi Gunung Luhur Berkah (GLB) dilepas ke pasar Arab Saudi pada Jumat (17/9) di Subang, Jawa Barat.

“Kami mengapresiasi eksportir Indonesia yang tetap mempertahankan ekspornya meskipun di masa pandemi. Diharapkan komoditas lain akan mengikuti keberhasilan komoditas Kopi Java Preanger dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi Sumedi lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Pelepasan dipimpin Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat.

Potensi transaksi ekspor kopi produk Koperasi GLB ke Arab Saudi mencapai 1 juta dengan volume 150 ton untuk satu tahun ke depan.

Baca juga: Desa Devisa binaan LPEI akan ekspor kopi perdana ke Arab Saudi besok

Adapun kopi yang diekspor ke Arab Saudi tersebut merupakan Kopi Arabika Java Preanger yang tumbuh di wilayah Jawa Barat dengan spesifikasi di antaranya proses alami, proses pencucian madu, dan proses pencucian penuh. Kopi-kopi tersebut memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya.

Koperasi Produsen GLB merupakan koperasi berskala nasional dengan slogan “Milenial Bertani dan Berkebun” dengan usaha utama berupa pertanian dan perkebunan.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Subang dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui Program Desa Devisa Kopi di Subang.

Baca juga: Menkop lepas ekspor biji kopi hasil koperasi di Subang ke Arab Saudi

“Diharapkan sinergitas yang terjalin antara petani, eksportir, dan pemerintah terus dijaga dan ditingkatkan untuk mendorong ekspor nonmigas nasional, terutama sektor pertanian dan perkebunan,” jelas Didi.

Faktor kunci lainnya adalah, lanjut Didi, dengan mengelola hubungan dengan buyer untuk memperoleh informasi yang aktual yang dapat menjadi keunggulan komparatif memenangkan pasar ekspor global.

Pada periode Januari–Juli 2021, ekspor kopi Indonesia tercatat mencapai 400,96 juta dolar AS. Tujuan ekspor Indonesia di antaranya Amerika Serikat dengan pangsa pasar 24 persen, Mesir (11 persen), Jepang (9 persen), Malaysia (7 persen), dan Italia (6 persen). Sementara pada 2020 Indonesia tercatat sebagai negara pengekspor kopi ke-9 dunia, di bawah Brasil, Swiss, Jerman, Kolombia, Vietnam, Italia, Prancis, dan Honduras.

Baca juga: Kemendag lepas ekspor kopi ke Mesir senilai 1,2 juta dolar AS

Baca juga: Ekspor kopi Brazil anjlok 27 persen akibat kesulitan kontainer


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar