Memacu langkah tuntaskan vaksinasi COVID-19 dari wilayah aglomerasi

id Vaksinasi COVI-19,Percepatan Vaksinasi,Kota Bogor,COVID-19

Memacu langkah  tuntaskan vaksinasi COVID-19 dari wilayah aglomerasi

Presiden Joko Widodo dalam peninjauan pelaksanaan Vaksinasi Merdeka yang digelar di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Rabu, (22/9/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Rusman/pri.

Bogor (ANTARA) - Kota Bogor yang berada dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek melakukan berbagai upaya akselerasi untuk memenuhi target menuntaskan vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga 100 persen pada akhir September 2021.

Upaya akselerasi tersebut dilakukan Pemerintah Kota Bogor bersama Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor dan lembaga lainnya, dengan melakukan berbagai  terobosan untuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi.

Melalui terobosan tersebut, pelaksanaan vaksinasi di Kota Bogor memang dapat ditingkatkan, mulai dari sekitar 5.000 orang sasaran per hari, ditingkatkan menjadi 10.000 orang per hari, dinaikkan lagi menjadi 17.000 orang per hari, hingga mencapai 22.000 orang per hari.

Langkah-langkah terobosan yang dilakukan adalah memperbanyak sentra-sentra vaksinasi mulai enam sentra hingga 28 sentra, serta menyediakan penyuntikan vaksin di 68  puskesmas.

Pemerintah Kota Bogor dan Satgas Penanganan COVID-19 setempat juga berkolaborasi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, BUMN, organisasi keagamaan, dan lembaga lainnya untuk berpartisipasi menyukseskan vaksinasi massal COVID-19.
 
Hingga Kamis (23/9) realisasi vaksinasi di Kota Bogor sudah mendekati 80 persen dari total sasaran penerima vaksin sebanyak 819.444 orang.

Baca juga: Bima Arya: Mal di Kota Bogor belum terapkan aturan sertifikat vaksin

Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 menargetkan dapat menuntaskan vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga 100 persen pada akhir September sepanjang stok vaksin tersedia.

Namun, upaya menuntaskan target vaksinasi dosis pertama 100 persen itu, dirasakan semakin berat. Semakin sedikit warga yang belum menjalani vaksinasi, ternyata tantangannya semakin sulit untuk mengejar target tuntas tersebut.

Jangankan, untuk mencapai target penyuntikan vaksin sampai 22.000 orang per hari, untuk mencapai sasaran 17.000 orang per hari juga sudah mulai sulit.

Tidak semua warga Kota Bogor bersedia mendaftar dan datang sendiri ke lokasi sentra vaksinasi maupun ke puskesmas. Banyak alasan warga enggan datang ke lokasi vaksinasi,  selain karena takut, khawatir, serta masih kurangnya pemahaman.

Pemburu Vaksinasi
Mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dengan Polresta Bogor Kota dan  TNI di Bogor, melakukan terobosan  dengan membentuk Tim Pemburu Vaksinasi.

Tim Pemburu Vaksinasi ini tugasnya tidak menunggu warga datang ke sentra vaksinasi, tapi "menjemput bola" dengan mendatangi warga di lokasi pemukiman sampai ke pelosok-pelosok kampung di pinggir Kota Bogor.

Tim yang seluruh anggotanya adalah perempuan tersebut. dengan berboncengan sepeda motor jenis trail menuju ke pemukiman warga hingga ke pelosok-pelosok  Kota Bogor.

Baca juga: Uji coba pembelajaran tatap muka di Kota Bogor dihentikan

Tim Pemburu Vaksinasi yang sebelumnya sudah diberikan tambahan wawasan soal vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, mendatangi rumah-rumah warga yang belum divaksin, untuk memberikan pemahaman dan mengajaknya datang ke sentra vaksinasi atau ke Puskesmas terdekat.

Bahkan, warga lanjut usia (lansia) yang kesulitan mendatangi sentra vaksinasi, disiapkan kendaraan untuk menjemput dan mengantarkannya.

Siapakah anggota dari Tim Pemburu Vaksinasi ini? Mereka adalah unsur gabungan dari Polwan (Polisi Wanita), Kowad (Korp Wanita Angkatan Darat), Wara (Wanita Angkatan Udara), Srikandi Satpol PP, dan Srikandi Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Dalam menjalankan tugasnya, tim yang mengenakan pakaian dinasnya masing-masing ini juga dilengkapi dengan kartu identitas dan brosur mengenai vaksinasi COVID-19.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan, Tim Pemburu Vaksinasi ini jumlahnya 100 orang, dan semuanya perempuan.

Mereka bertugas secara bergiliran sekitar 20 orang per kelompok dengan mendatangi pemukiman warga yang telah teridentifikasi realisasi vaksinasinya masih rendah.

"Tim memberikan pemahaman, mengenai manfaat dan pentingnya vaksinasi, sekaligus dampak negatifnya jika tidak divaksin," katanya.
Tim Pemburu Vaksinasi diberangkatkan dari Mapolresta Bogor Kota menuju ke pemukiman warga, dilepas oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. ANTARA/HO/Polresta Bogor Kota


Tim Pemburu Vaksinasi ini dalam menjalankan tugasnya menyasar kepada seluruh sasaran vaksinasi yang belum menerima suntikan vaksin, baik warga lansia, menjelang lansia, masyarakat umum, ibu hamil, maupun remaja usia 12 tahun ke atas.

Setelah warga bersedia divaksin, maka segera diantar ke lokasi vaksinasi terdekat untuk menerima suntikan vaksin. Warga yang tidak bisa datang sendiri ke lokasi vaksinasi, seperti lansia, disediakan kendaraan ke sentra vaksinasi.

Tim Pemburu Vaksinasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam upaya memaksimalkan capaian vaksinasi di Kota Bogor.

Dipilihnya tim gabungan yang seluruh anggotanya perempuan ini dengan pertimbangan, dapat melakukan pendekatan lebih persuasif kepada warga untuk mau divaksin.

Baca juga: 1.406 orang jalani vaksinasi massal Polresta-Dinkes Kota Bogor

"Kami menargetkan dengan pendekatan persuasif melalui tim pemburu ini dapat meningkatkan realisasi vaksinasi hingga memenuhi target tuntas 100 persen untuk vaksin dosis pertama, sampai akhir September.

"Kami menyadari, sasarannya semakin sedikit dan tantangannya semakin besar. Kalau pun tidak tercapai target 100 persen, paling tidak bisa mencapai 90 persen," katanya.
Tim Pemburu Vaksinasi yang seluruhnya wanita diberangkatkan dari Mapolresta Bogor Kota menuju ke pemukiman warga, dilepas oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. ANTARA/HO/Polresta Bogor Kota


Data Vaksinasi
Dinas Kesehatan Kota Bogor yang melakukan update data harian pelaksanaan vaksinasi massal COVID-19 di kota tersebut, hingga Rabu, 22 September 2021, sudah mencapai 649.606 orang sasaran untuk dosis pertama atau 79,27 persen, dari sasaran seluruhnya 819.444 orang.

Dari 634.453 orang sasaran yang sudah divaksin, meliputi tenaga kesehatan 12.014 orang atau 131,30 persen dari sasaran 9.150 orang. Tenaga kesehatan ini ada yang mendapatkan vaksin "booster" atau dosis ketiga.

Lansia 50.335 orang atau 67,40 persen dari sasaran 74.682 orang. Petugas pelayanan publik 231.191 orang. Ada 13 kelompok sasaran yang petugas pelayanan publik, termasuk ASN, TNI, dan Polri.

Masyarakat umum 303.490 orang atau 54,44 persen dari sasaran 557.437 orang. Remaja berusia 12 tahun hingga kurang dari 18 tahun 51.410 orang atau 49,24 persen dari 104.417 orang. Kemudian, vaksin gotong-royong ada 1.166 orang.

Sedangkan, untuk dosis kedua, baru mencapai 376.853 orang atau 45,99 persen dari sasaran seluruhnya 819.444 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan, Dinas Kesehatan sudah melalukan berbagai upaya pendekatan untuk mengajak warga agar bersedia divaksin.

Baca juga: Menkes akan segera kirim vaksin ke Kota Bogor

Pendekatan tersebut, bukan hanya menyediakan penyuntikan vaksin di setiap Puskesmas di tingkat kelurahan, tapi lebih dekat lagi dengan mengadakan vaksinasi di kantor RW.

"Sasaran agar warga lebih mudah menjangkau lokasi vaksinasi," katanya.

Retno, panggilan Sri Nowo Retno, sempat mengeluh bahwa warga di pinggiran Kota Bogor lebih sulit diajak untuk menerima suntikan vaksin. Ada beberapa alasan yang disampaikan warga, mulai takut divaksin, khawatir karena memiliki komorbid, hingga enggan divaksin.

Karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi COVID-19 sekaligus dampak negatif jika tidak divaksin.

Retno sering memberikan pemahaman, bahwa semakin banyak warga yang telah menerima suntikan vaksin, maka akan semakin menurunkan resiko penularan COVID-19 sekaligus semakin tinggi pembentukan imunitas komunalnya.

Karena itu, vaksinasi massal COVID-19 ini merupakan langkah pencegahan di hulu dari penularan virus corona. Langkah vaksinasi ini dinilai lebih efektif dan efisien dari pada langkah penanganan pasien di hilir, yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya lebih besar.

Realitasnya, peningkatan akselerasi vaksinasi di Kota Bogor berbanding lurus dengan penurunan kasus psotif COVID-19 di kota tersebut. Pada Rabu (22/9), kasus positif COVID-19 di Kota Bogor hanya tinggal 122 kasus atau 0,32 persen dari 37.409 kasus positif selama pandemi COVID-19 di Kota Bogor.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kota Bogor bersama Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor mengejar target penuntasan vaksinasi COVID-19 dosis pertama hingga 100 persen pada akhir September 2021.

Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota di Jawa Barat, capaian vaksinasi di Kota Bogor adalah yang tertinggi. Bahkan, capaian vaksinasi di Provinsi Jawa Barat, hingga 25 Agustus lalu baru mencapai sekitar 12,7 juta atau 33,50 persen dari sasaran penerima vaksin 37,9 juta orang.

Harapannya, pelaksanaan vaksinasi di Kota Bogor yang bagian dari wilayah aglomerasi Jabodetabek dapat maksimal melalui sejumlah langkah terobosan, untuk membentuk imunitas komunal.
 

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar