Sejak awal September harga telur ayam negeri di kawasan Jakbar anjlok

id harga telur,anjlok,Jakarta Barat

Sejak awal September harga telur ayam negeri di kawasan Jakbar anjlok

Sumiem selaku pedagang telur saat ditemui di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Kamis (23/9/2021) (ANTARA/Walda)

Jakarta (ANTARA) - Harga telur ayam negeri di pasar wilayah Jakarta Barat anjlok di kisaran Rp20.000 per kilogram sejak awal September 2021.

Harga telur ayam negeri terbilang anjlok lantaran sebelumnya berada di harga normal, yakni Rp 25.000 sampai Rp 26.000 per kilogramnya.

"Harganya turun perlahan dari awal bulan. Awalnya turun beberapa ribu sekarang jadi Rp 20.000 per kilogram," kata Sumiem (65) selaku pedagang telur saat ditemui di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Kamis.

Sumiem belum mengetahui dengan pasti penyebab anjloknya harga telur ayam. Namun demikian kondisi ini justru merugikan beberapa pihak, salah satunya peternakan telur.

"Yah kasihan peternaknya kalau dijual dengan harga perkilo segini," kata Sumiem.

Senada dengan Sumiem, Ady (56) yang juga berprofesi sebagai pedagang telur di Pasar Slipi juga membenarkan anjloknya harga telur.

Menurut dia, anjloknya harga telur ayam negeri tidak berpengaruh dengan daya bel masyarakat. "Dampak ke saya enggak, ada sama aja. Memang daya beli masyarakat memang kurang, segitu gitu saja," kata Ady.

Baca juga: Telur dan cabai murah ada di lima pasar ini
Baca juga: Harga telur ayam murah ada di 15 pasar di DKI Jakarta


Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (Sudin KPKP) Jakarta Barat Iwan Indriyanto membenarkan kondisi di lapangan tersebut.

Menurut dia, kondisi itu terjadi lantaran produksi telur di wilayah produsen semakin meningkat. Namun tren ini tidak dibarengi dengan meningkatnya daya beli masyarakat.

Dari data yang dimiliki Iwan, daya beli masyarakat sejauh ini pun masih belum meningkatkan secara drastis.

"Konsumennya mungkin masih belum normal lah karena terdampak pandemi kemarin kan," kata dia saat dihubungi di Jakarta.

Alhasil, penurunan harga telur yang disebabkan meningkatnya produksi pun terjadi. Iwan belum bisa memastikan hingga kapan kondisi ini akan terus terjadi.

Dia berharap daya beli masyarakat perlahan kembali meningkat sehingga harga telur bisa normal seperti sediakala

Pewarta : Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar