Madrasah Darussalam Martapura luluskan 600 penghapal Al Quran

id Pemprov Kalsel,Gubernur Kalsel

Madrasah Darussalam Martapura luluskan 600 penghapal Al Quran

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat menghadiri acara kelulusan penghapal Al Quran di Madrasah Darussalam Martapura. ANTARA/HO/Humas Pemprov Kalsel

Martapura (ANTARA) - Madrasah Darussalam Tahfiz dan Ilmu Alquran Martapura,  Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan telah meluluskan lebih dari 600 orang penghapal Al Quran.

Hal itu disampaikan Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfiz dan Ilmu Alquran KH Muhammad Wildan Salman pada acara pelepasan kelulusan Mustawa 9 angkatan IX tahun pelajaran 2020-2021 Madrasah Darussalam Hafizh dan Ilmu Al Quran Martapura yang dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Martapura Kamis.

"Kehadiran gubernur merupakan kebanggaan bagi kami, semoga dapat memberikan semangat dan motivasi bagi para santri untuk terus belajar, menimba ilmu, sehingga bisa menjadi kebangga orang tua dan umat," katanya.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, bersyukur generasi penghafal Al Quran di daerahnya kembali bertambah seiring diwisudanya kelulusan Tahfizh Al Quran.

Gubernur mengatakan, menghafal Al Quran punya banyak manfaat dalam kehidupan, terutama menumbuhkan kecerdasan spritual, ketentraman jiwa dan kedekatan dengan Allah SWT.
Baca juga: BUMN bagikan seribu Alquran ke pondok pesantren Kalsel
Baca juga: Anggota DPR dorong pemerintah perbanyak penghapal Al Quran

Ia juga kembali mengucapkan syukur dengan semakin banyaknya para penghafal Al Quran di Banua Kalimantan Selatan.

Dia berharap, mereka yang lulus maupun yang sedang menempuh pendidikan di madrasah ini, dapat menjadi kebanggaan orang tua, lebih dari itu mereka diharapkan bisa menjadi generasi penerus para alim ulama.

"Mudah-mudahan mereka kelak akan menjadi generasi penerus para alim ulama, sehingga banua kita dapat terus memiliki alim-ulama dari generasi ke generasi," harapnya.

Gubernur Kalsel berpesan kepada para santri agar dapat terus belajar, belajar, dan belajar, serta taat kepada kedua orang tua.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, yang menyekolahkan anaknya di pondok pesantren, termasuk di madrasah tahfizh ini.

"Dengan menyekolahkan mereka, artinya para orang tua akan mewariskan ilmu kepada anak-anaknya. Warisan ilmu akan lebih baik dari warisan harta benda, karena dengan ilmu kita akan bisa meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat," katanya.

Gubernur janji, Pemprov Kalsel akan memperhatikan dan membantu pengembangan dan kemajuan Madrasah Darussalam Tahfizh dan Ilmu Al Quran.
Baca juga: Aceh Tengah akan umrahkan 30 warga penghapal Al Quran
Baca juga: 300 siswa penghafal Alquran meriahkan MTQ

Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar