Saham Prancis berakhir melemah, indeks CAC 40 terpangkas 0,62 persen

id saham Prancis,indeks CAC 40

Saham Prancis berakhir melemah, indeks CAC 40 terpangkas 0,62 persen

Seorang pria mengarahkan layar komputer yang menunjukkan informasi saham dalam foto ilustrasi yang diambil di Bordeaux, Prancis, 30 Maret 2016. ANTARA/REUTERS/Regis Duvignau/Foto Dokumen

Paris (ANTARA) - Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (30/9), berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris terpangkas 0,62 persen atau 40,79 poin, menjadi berakhir di 6.520,01 poin.

Indeks CAC 40 menguat 0,83 persen atau 54,30 poin menjadi 6.560,80 poin pada Rabu (29/9), setelah anjlok 2,17 persen atau 144,41 poin menjadi 6.506,50 poin pada Selasa (28/9), dan bertambah 0,19 persen atau 12,45 poin menjadi 6.650,91 poin pada Senin (27/9).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 12 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 28 saham lainnya mengalami kerugian.

Perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE menderita kerugian paling besar (top loser), di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya kehilangan 2,97 persen.

Diikuti oleh jaringan perusahaan ritel multinasional Prancis Carrefour yang merosot 2,69 persen, serta perusahaan manufaktur komponen kedirgantaraan dan pertahanan multinasional Safran melemah 2,54 persen.

Sementara itu, perusahaan konglomerat media massa Prancis Vivendi SE terangkat 2,54 persen, menjadi peraih keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen baja internasional ArcelorMittal SA yang menguat 2,38 persen, serta perusahaan periklanan dan hubungan masyarakat multinasional Prancis Publicis Groupe meningkat 0,90 persen.
Baca juga: Saham Prancis balik menguat dengan indeks CAC 40 bangkit 0,83 persen
Baca juga: Saham Prancis berakhir turun tajam, indeks CAC 40 anjlok 2,17 persen

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar