Dolar hentikan reli sejenak, jelang rilis data pasar tenaga kerja AS

id kurs dolar,indeks dolar,data NFP,angka pengangguran AS,tapering Fed,kebijakan Fed,greenback,dolar

Dolar hentikan reli sejenak, jelang rilis data pasar tenaga kerja AS

Arsip foto - Seorang pedagang menghitung uang kertas dolar AS di gerai penukaran mata uang di Peshawar, Pakistan 15 September 2021. ANTARA/REUTERS/Fayaz Aziz/pri.

New York (ANTARA) - Dolar stabil terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), sehari sebelum rilis data pasar tenaga kerja AS yang dapat memberikan petunjuk tentang kapan langkah Federal Reserve (Fed) selanjutnya.

Sebagian besar pasangan mata uang utama bertahan pada kisaran yang lazim, dengan para pedagang enggan memasang taruhan besar sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

"Jelang data penggajian non-pertanian (NFP) yang agak khusus telah mengambil alih pasar hari ini," kata Michael Brown, analis senior di perusahaan pembayaran Caxton di London.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya tidak berubah, diperdagangkan pada 94,199, tidak jauh dari tertinggi satu tahun di 94,504 yang disentuh minggu lalu.

"Saya pikir kita mungkin akan berkisar seperti ini sampai laporan pekerjaan keluar, meskipun demikian setiap pelemahan dolar AS akan memudar mengingat bagaimana tapering pada November terlihat hampir pasti," kata Brown.

Federal Reserve mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya segera setelah November dan kemudian menindaklanjuti dengan kenaikan suku bunga, ketika peralihan kebijakan krisis pandemi bank sentral AS mendapatkan momentum.

Baca juga: Harga emas turun 2,6 dolar, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS

Data penggajian non-pertanian pada Jumat waktu setempat diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, dengan perkiraan 455.000 pekerjaan ditambahkan pada September, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

"Pasar tenaga kerja AS yang terus membaik dan pertumbuhan ekonomi AS yang solid akan memberi Federal Reserve lampu hijau untuk mulai membatasi program pelonggaran kuantitatifnya," Kepala Investasi UBS Global Wealth Management, Mark Haefele, mengatakan dalam sebuah catatan.

Dalam seminggu setelah data, dolar cenderung membalikkan sebagian besar keuntungan atau kerugian yang telah terjadi sejak hari rilis NFP, ahli strategi valas mengatakan dalam laporan BofA Global Research pada Kamis (7/10/2021).

Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun minggu lalu, tetapi PHK meningkat dari level terendah 24 tahun pada September, sebagian karena rumah sakit memecat staf yang tidak divaksinasi dan kurangnya pekerja memaksa penutupan fasilitas.

Sterling menguat 0,3 persen pada Kamis (7/10/2021) karena sentimen risiko global sedikit membaik dan analis mengatakan prospek kenaikan suku bunga bank sentral Inggris (Bank of England) mengurangi beberapa potensi penurunan mata uang.

Di pasar mata uang digital, Bitcoin, uang kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai pasarnya, turun dari level tertinggi hampir lima bulan di 55.800 dolar AS yang disentuh pada Rabu (6/10/2021), terakhir diperdagangkan di sekitar 54.040,48 dolar AS.

Baca juga: Bitcoin tembus 50.000 dolar AS lagi, permintaan institusional melonjak

Baca juga: Harga minyak "rebound" dari anjlok tertinggi, Brent bangkit 1,1 persen


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar