Samsung taksir penjualan kuartal ketiga naik karena bisnis chip

id samsung

Samsung taksir penjualan kuartal ketiga naik karena bisnis chip

Chip Exynos 2100. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung Electronics pada Jumat, memperkirakan akan mencatat rekor penjualan pada kuartal ketiga tahun ini yang tampaknya didukung oleh bisnis semikonduktornya.

Mengutip laporan Yonhap, Jumat, Samsung memperkirakan penjualannya mencapai 73 triliun won atau sekitar Rp870 triliun untuk periode Juli hingga September, naik 9 persen dari tahun lalu.

Perusahaan juga memproyeksikan laba operasional kuartal ketiga sebesar 15,8 triliun won atau sekitar Rp188 triliun, naik 27,9 persen dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Galaxy A52s 5G jadi ponsel resmi Piala Presiden Esports 2021

Baca juga: Sejumlah model Samsung Galaxy A dan M dikabarkan alami bug misterius


Jika hasil pendapatan awal bertahan, penjualannya akan menjadi yang terbesar untuk setiap kuartal hingga saat ini, sementara laba operasional akan menjadi yang terbesar kedua setelah kuartal ketiga 2018.

Analis percaya bisnis semikonduktor Samsung telah mendorong kinerja kuartal ketiga perusahaan dengan peningkatan profitabilitas di sektor memori dan non-memori.

“Kami memperkirakan bisnis semikonduktor Samsung membukukan laba operasi sekitar 9,8 triliun won pada kuartal ketiga,” kata analis di Hanwha Investment & Securities, Lee Soon-hak, melalui sebuah laporan belum lama ini.

Samsung tidak merinci kinerja masing-masing divisi bisnisnya dan mengatakan akan mengumumkan pendapatan terperinci pada akhir bulan ini.

Meski demikian, bisnis seluler Samsung juga diperkirakan memiliki pendapatan yang solid pada kuartal ketiga dengan peningkatan pengiriman smartphone setelah ponsel lipat Galaxy Z Fold3 dan Z Flip diluncurkan pada Agustus.

Selain itu, bisnis panel layar Samsung diperkirakan akan mencatat pendapatan yang lebih baik daripada kuartal kedua. Analis memperkirakan unit display mencatat sekitar 1,5 triliun won (Rp17,8 triliun) laba operasi didorong peningkatan pengiriman panel OLED berukuran menengah dan kecil untuk produk kelas atas.

Namun, divisi Consumer Electronics (CE) Samsung, yang mengelola TV dan peralatan rumah tangga, diperkirakan mencatat kinerja yang lemah dibandingkan dengan kuartal kedua dan membukukan laba operasional sekitar 700 miliar won (Rp8 triliun).

Baca juga: Samsung SmartThings Find tambah fitur berbagi lokasi

Baca juga: Samsung Galaxy Buds 2, kecil dan ringkas untuk sehari-hari

Baca juga: Dua ponsel Samsung bisa terkoneksi ke 5G

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar