Luhut: Gernas BBI telah dorong 16 juta UMKM "onboarding"

id luhut binsar pandjaitan, gernas bbi, bangga buatan indonesia, gerakan nasional bangga buatan indonesia, produk lokal, produk dalam negeri, umkm onboar

Luhut: Gernas BBI telah dorong 16 juta UMKM "onboarding"

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan saat meresmikan pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (12/10/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan lebih dari 16 juta UMKM telah onboarding (masuk) ke ekosistem digital sejak kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) diluncurkan pada Mei 2020.

"Sejak BBI diluncurkan pada 14 Mei 2020, jumlah UMKM onboarding sudah lebih dari 8 juta UMKM. Artinya, dalam waktu satu tahun empat bulan, jumlahnya naik 100 persen. Kini total lebih dari 16 juta UMKM yang onboarding ke ekosistem digital," kata Luhut dalam peresmian Gernas BBI Kalimantan Timur di Samarinda, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Selasa.

Luhut yang juga Ketua Tim Gernas BBI berharap pencapaian tersebut bisa diimbangi dengan peningkatan kualitas produk. Ia pun mendorong terus dilakukan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk bisa meningkatkan kualitas produk mereka.

Baca juga: Bank Indonesia kerahkan seluruh UMKM binaan untuk mendukung Gernas BBI

Permintaan itu disampaikan Luhut atas pengalaman temannya dari Washington DC, AS, yang memesan satu produk dari suatu daerah. Namun, produk yang tiba justru berbeda dengan foto produk yang dipesannya.

"Kemarin ada teman saya dari Washington, pesan satu produk dari satu daerah. Fotonya beda dengan yang diterima di Washington. Padahal di Washington dia juga menjual ke tempat lain," kisahnya.

Oleh karena itu, Luhut pun berpesan kepada sejumlah menteri yang hadir, termasuk juga jajarannya, agar turut membantu memberikan pelatihan soal kualitas produk yang baik.

"Oleh karena itu, nanti Pak Gubernur (Gubernur Kaltim Isran Noor), Pak Menteri Desa (Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar), Bu Ida (Menteri Ketenagakerjaan), kita harus ingatkan dan harus train (latih). Ayo kita train lagi, keahlian-keahlian ini untuk menjaga kualitas," katanya.

Baca juga: Dirjen Kemendes: Gernas BBI momentum kebangkitan ekonomi pascapandemi

Menurut Luhut, kualitas produk lokal penting untuk terus ditingkatkan, terlebih sebagai produk ekspor. Pasalnya, kualitas produk juga menyangkut harga diri dan kehormatan bangsa.

"Itu menyangkut pada harga diri kita, menyangkut pada kehormatan kita semua, bahwa kita men-deliver apa yang kita sampaikan (barang sesuai kualitas)," pungkas Luhut.

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar