IHSG berpotensi menguat didorong naiknya harga komoditas

id IHSG,Bursa,Saham

IHSG berpotensi menguat didorong naiknya harga komoditas

Ilustrasi - Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan, berpotensi menguat didorong naiknya harga komoditas.

IHSG dibuka menguat 19,15 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.645,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,47 poin atau 0,46 persen ke posisi 977,13.

"IHSG kami perkirakan masih melanjutkan penguatan seiring sentimen positif pasar global, naiknya beberapa harga komoditas, serta masih berlanjutnya akumulasi net buy investor asing terutama di sektor perbankan dan komoditas," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Bursa saham AS semalam ditutup menguat karena laporan kinerja kuartal III 2021 beberapa perusahaan yang sudah keluar lebih baik dari perkiraan.

Data klaim tunjangan pengangguran awal AS pada pekan yang berakhir 9 Oktober 2021 turun 12,3 persen secara mingguan (wow) menjadi 293 ribu klaim dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 329 ribu klaim dan lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 315 ribu klaim.

Dari pasar komoditas pergerakan harga relatif beragam. Harga minyak Brent ditutup naik 1 persen ke level 84,01 dolar AS per barel, WTI naik 1,1 persen ke level 81,31 dolar AS per barel, dan emas sebesar naik 0,2 persen ke 1.798 dolar AS per troy ons.

Harga timah juga naik 1,95 persen ke 37.055 dolar AS per ton, nikel naik 2,15 persen ke19.368 dolar AS per ton, batubara turun 0,5 persen ke 254 dolar AS per ton, dan CPO turun 2,9 persen ke 4.877 dolar AS per ton.

Dari dalam negeri, hari ini akan ada rilis data neraca dagang Indonesia September yang menurut perkiraan konsensus turun menjadi sebesar 3,84 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya 4,74 miliar dolar dengan perkiraan impor tumbuh 50 persen (yoy) dan ekspor tumbuh 51,6 persen (yoy).

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (14/10) kemarin mencapai 1 053 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 37 kasus sehingga totalnya mencapai 142.848 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 1 715 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 19.852 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 104,31 juta orang dan vaksin dosis kedua 60,42 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 313,56 poin atau 1,1 persen ke 28.864,49, indeks Hang Seng naik 1,78 atau 0,01 persen ke 3.555,35, dan indeks Straits Times terkoreksi 13,32 poin atau 0,42 persen ke 3.178,18.

Baca juga: IHSG ditutup naik signifikan, dipicu optimisme pemulihan ekonomi
Baca juga: IHSG berpeluang menguat didorong berlanjutnya aksi beli asing
Baca juga: IHSG ditutup menguat, terkerek berlanjutnya aksi beli investor asing

 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar