Pemkot Palu sebut tersisa 18 warga masih menjalani perawatan COVID-19

id Dinkespali, Rochmat, COVID-19, kasus aktif, penyebaran COVID-19, sulteng,kota palu

Pemkot Palu sebut tersisa 18 warga masih menjalani perawatan COVID-19

Petugas menunjukkan cara penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada warga yang akan memasuki kawasan pusat perbelanjaan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.

Palu (ANTARA) -
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan hingga kini tersisa 18 warga daerah itu masih menjalani perawatan akibat terpapar COVID-19.
 
"Saat ini tinggal 18 kasus aktif di Palu, satu orang dalam perawatan di Rumah Sakit dan 17 orang lainnya menjalani isolasi mandiri, semoga kasus ini semakin berkurang," kata Ketua Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kota Palu dr Rochmat yang ditemui, di Palu, Senin.
 
Dalam beberapa hari terakhir, tidak ditemukan kasus baru di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, bahkan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien COVID-19 tinggal 1,1 persen hingga Ahad (17/10).
 
Rendahnya kasus aktif, tidak terlepas dari langkah-langkah konkret pemerintah setempat menekan penyebaran COVID-19 melalui kegiatan testing, tracing dan treatment (3T) yang dilaksanakan secara masif.

Baca juga: Pemkab Morowali Utara minta warga abaikan hoaks soal vaksin COVID-19

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Sulteng bertambah jadi 44.524 orang

 
Menurutnya, Palu bisa melangkah ke kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 jika capaian vaksinasi COVID-19 sudah terpenuhi.
 
"Meskipun angka kasus minim, kalau tidak didukung dengan capaian vaksinasi yang sudah ditetapkan, maka sulit juga masuk ke level 1, sehingga keduanya harus berkesinambungan," ujar Rochmat.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, secara umum capaian vaksinasi di Palu masih berada di angka 62 persen, sedangkan khusus masyarakat lanjut usia (lansia) masih di angka 29,35 persen.
 
"Sebagaimana ketentuan Pemerintah Pusat, ketentuan vaksinasi harus berada di angka 70 persen usia produktif dan 60 persen lansia supaya bisa masuk ke PPKM level 1," kata Rochmat memaparkan.
 
Ia mengatakan Dinkes kesulitan melakukan vaksinasi terhadap lansia, karena banyak di antara mereka beralasan memiliki penyakit penyerta dan tidak mau divaksinasi, meski begitu pihaknya tetap berupaya memberikan pemahaman/edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
 
Saat ini, Palu berada di PPKM level 2 sebagai mana Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Masyarakat diminta tetap mempedomani protokol kesehatan, baik Basar beraktivitas di luar rumah maupun di lingkungan keluarga.
 
"Kita jangan lengah dengan situasi ini. Kewajiban kita semua membudayakan protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarang, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas (5M)," demikian Rochmat.*

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Sulteng bertambah jadi 44.131 orang

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Sulteng terus turun tinggal 1,78 persen

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar