PKS nilai Islam, ulama dan santri adalah faktor penting keindonesiaan

id Fraksi PKS DPR RI,PKS,Hari Santri,Maulid Nabi Muhammad,ulama santri,aa

PKS nilai Islam, ulama dan santri adalah faktor penting keindonesiaan

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri (kanan) bersama Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. ANTARA/HO-PKS/aa,

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al Jufri menilai Islam, ulama, dan santri adalah faktor penting dari keindonesiaan.

Kehadirannya merekatkan persatuan, menjaga harmoni di tengah kemajemukan, mengokohkan cinta Tanah Air, menjaga karakter bangsa, dan memajukan Indonesia.

"Sejak dulu fatsoen politik ulama dan umat Islam bercirikan kebangsaan dan wasathiyah. Maka, jangan sekali-kali melupakan sejarah atau 'jas merah' dan jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama atau 'jas hijau'," kata Habib Salim dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, dalam peluncuran Lomba Baca Kitab Kuning ke-5 Tahun 2021 dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI.

Acara tersebut dilaksanakan dengan webinar nasional bertema Meneladani Ulama dan Santri Dalam Menghadirkan Harmoni Anak Bangsa.

Habib Salim menggarisbawahi pentingnya menghormati ulama dan santri, karena mereka selalu hadir sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut dia, kehadiran ulama dan santri ada pada saat sebelum kemerdekaan, melawan penjajahan, pembentukan dasar dan konstitusi negara serta dalam mempertahankan kemerdekaan.

"Ulama selalu hadir dengan ijtihadnya yang solutif dalam setiap permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia," ujarnya.

Selain itu, mantan Menteri Sosial tersebut mengapresiasi program unggulan Fraksi PKS DPR, yaitu Lomba Baca Kitab Kuning sebagai bentuk komitmen untuk memperjuangkan kepentingan umat dan menegaskan pentingnya peran ulama, santri, dan pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Habib Salim menilai, lomba tersebut sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu para ulama sebagai pewaris para nabi, dan bentuk apresiasi terhadap para santri yang giat mempelajari ilmu agama sebagai bekal pembentukan karakter bangsa.

"Selain itu, lomba ini merupakan upaya untuk mengokohkan nasionalisme Indonesia yang religius," ujarnya.

Acara peluncuran Lomba Baca Kitab Kuning tersebut dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan narasumber, antara lain Pengasuh Ponpes Al-Muntaha Alkholiliyah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur Toha Kholili, dan Pengurus MUI Jawa Barat/Pengasuh Ponpes Modern Nur Rohmah Bandung Jawa Barat Asep Ahmad Fathurrahman.
Baca juga: Santri, ulama, dan kepemimpinan nasional
Baca juga: Presiden tinjau vaksinasi bagi ulama, santri, tokoh agama di Jateng


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar