Jakarta Barat pangkas 1.068 pohon untuk antisipasi musim hujan

id pohon tumbang jakarta

Jakarta Barat pangkas 1.068 pohon untuk antisipasi musim hujan

Sebuah pohon tanjung tumbang di sekitar halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dan menimpa satu unit kendaraan yang sedang terparkir, Jumat (23/07/2021). ANTARA/HO Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat hingga saat ini telah memangkas sedikitnya 1.068 pohon rindang selama September 2021 sebagai langkah antisipasi memasuki musim hujan. 

"Kita memangkas sebanyak 1.068 pohon yang tersebar di delapan wilayah kecamatan. Untuk mencegah pohon tumbang saat hujan," kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Jauhar Arifin saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis.

Jauhari mengatakan jumlah 1.069 itu terdiri dari 696 pemangkasan ringan, pemangkasan 285 sedang dan 87 pangkas berat.

Menurut Jauhari, pohon yang dipangkas pihaknya rata-rata sudah dalam kondisi rimbun, rapuh hingga menjuntai ke arah jalanan.

Baca juga: Jakarta Barat tingkatan pemangkasan pohon jelang musim hujan

Petugas biasanya menemukan pohon tersebut saat melakukan pemantauan secara rutin ataupun laporan dari warga.

Namun demikian, Jauhari tidak menjelaskan dengan rinci wilayah mana yang memiliki pohon rindang rawan tumbang paling banyak.

Jauhari mengimbau warga membantu melapor lewat aplikasi JAKI (Jakarta Kini) jika menemukan pohon yang rindang dan riskan untuk tumbang.

Sebelumnya, pihak Jauhari memang sudah meningkatkan aktivitas penebangan pohon di wilayah Jakarta Barat.

Baca juga: Polisi urai kepadatan lalu lintas imbas pohon tumbang di Cilandak

Aktivis penebangan itu sudah dilakukan sejak Juni demi mengantisipasi musim hujan.

Dari data yang dimiliki Antara, tercatat ada 1.038 pohon yang dipangkas pada Juni, 1.126 pohon di Juli dan 1.014 pohon untuk Agustus.

Hingga saat ini, proses pemangkasan pohon oleh petugas di bulan Oktober masih berlangsung.

Pewarta : Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar