Perangkat hemodialisis RSUD Tulungagung Jatim bertambah jadi 35 unit

id sarana cuci darah, mesin hemodialisis, hemodialisa

Perangkat hemodialisis RSUD Tulungagung Jatim bertambah jadi 35 unit

Dokter spesialis penyakit dalam memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien gagal ginjal di klinik hemodialisis di RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (17/3). Keterbatasan sarana hemodialisis atau alat cuci darah di daerah itu menyebabkan puluhan pasien gagal ginjal harus mengantre mendapat jatah layanan cuci darah, dan sebagian lain mencari layanan hemodialisis di RSUD daerah lain. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/16 (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Perangkat hemodialisis di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, bertambah 15 unit dari sebelumnya hanya 20 unit, sehingga total peralatan yang dioperasionalkan untuk melayani cuci darah pasien gagal ginjal menjadi 35 unit.

"Bertambahnya unit sarana cuci darah ini membuat jangkauan pelayanan pasien juga bertambah,” kata Kepala Seksi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Tulungagung Mochamad Rifangi di Tulungagung, Senin.

Operasional perangkat hemodialisi tambahan itu dilakukan bersamaan dengan peresmian gedung hemodialisa yang baru setelah direnovasi.

Baca juga: Dokter: Masyarakat jangan lakukan tes antigen tanpa bantuan ahli

Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, M.Kes optimistis penambahan mesin cuci darah ini dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan layanan cuci darah.

Penambahan unit mesin hemodialisis itu sendiri dilakukan seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah dari waktu ke waktu. Terlebih bagi para pasien yang belum dapat melakukan transplantasi ginjal.

Dikatakan, penambahan mesin cuci darah ini juga bertujuan untuk melayani pasien gagal ginjal stadium lima atau stadium akhir yang belum ter-"cover" (terlayani) selama ini.

Baca juga: Ratusan warga tonton permainan tradisional "bentengan" di Tulungagung

Pasalnya, banyak pasien yang berasal dari luar Kota Tulungagung yang ingin melakukan cuci darah di RSUD dr Iskak, namun jumlah mesinnya terbatas, yakni hanya 20.

Pihaknya selama ini memaksimalkan kerja mesin cuci darah yang ada dengan cara membagi tiga shift untuk per harinya. Setiap shift ada 20 pasien yang bisa ditangani, artinya setiap hari ada 60 pasien yang terlayani.

“Jadi pasien kami merupakan pasien yang tetap, karena mereka harus melakukan cuci darah setiap minggu dua kali,” imbuhnya.

Baca juga: Dinkes Tulungagung gelar vaksinasi khusus lansia berhadiah telur

Kini setelah gedung hemodialisa baru diresmikan, layanan dioperasikan selama 24 jam penuh. Artinya akan dilakukan sebanyak tiga (3) shift layanan cuci darah, dari yang sebelumnya hanya dua (2) shift layanan.

Dengan demikian, akan semakin banyak pasien gagal ginjal yang dapat tercover layanan cuci darah. Sebab pasien yang membutuhkan layanan tidak hanya berasal dari Tulungagung saja, melainkan berbagai daerah lain seperti Trenggalek, Blitar, Kediri dan Ponorogo.

Gedung Hemodialisa ini terletak di sisi barat RSUD berhadapan dengan Poli Seruni, sehingga mudah diakses oleh pasien. 

Baca juga: BMKG ajak masyarakat waspadai siklus 100 tahunan tsunami pesisir Jawa

Baca juga: Belasan siswa SMKN Rejotangan Tulungagung korban keracunan membaik

Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar