KLHK: Merkuri di pertambangan emas skala kecil masih jadi tantangan

id merkuri,minamata,pesk

KLHK: Merkuri di pertambangan emas skala kecil masih jadi tantangan

Tangkapan layar Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Selasa (26/10/2021). ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan pertambangan emas skala kecil (PESK) masih menjadi tantangan dalam usaha menghapus penggunaan merkuri.

"Tantangan yang terbesar itu penambangan emas skala kecil," kata Dirjen PSLB3 Vivien dalam konferensi pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diikuti dari Jakarta pada Selasa.

PESK adalah satu dari empat sektor yang menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi dan menghapus penggunaan merkuri.

Vivien menjelaskan bahwa di sektor seperti energi, manufaktur dan kesehatan, dapat dilakukan pendekatan dengan pelaku industri dan mendorong penerapan teknologi yang berbeda.

Baca juga: RI tunjukkan upaya serius tangani merkuri jadi tuan rumah COP Minamata
Baca juga: KLHK: Penggunaan merkuri berhasil dikurangi

Sementara, di PESK yang terlibat dekat dengan masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil dengan penambangan emas menggunakan merkuri menjadi satu-satunya mata pencaharian.

Untuk itu, pemerintah lewat KLHK terus melakukan sosialisasi dan edukasi termasuk ke para penambangan tentang bahaya penggunaan merkuri terutama di wilayah-wilayah yang masih banyak memiliki PESK.

Vivien menegaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menekan penggunaan merkuri di penambangan emas yang dilakukan masyarakat.

"Bupati, Gubernur itu memang juga punya komitmen yang kuat untuk menghapuskan penambangan emas skala kecil dengan merkuri. Mereka tidak mau rakyatnya tercemar, karena ketika merkuri sudah masuk di dalam tubuh apalagi ke ibu hamil, itu akan membahayakan generasi yang masa datang," katanya.

Baca juga: RI dorong deklarasi lawan perdagangan ilegal merkuri di COP-4 Minamata
Baca juga: KLHK: Penghapusan merkuri di tambang emas butuh komitmen hulu-hilir

Dari data yang dihimpun oleh KLHK, sektor PESK, pada 2019 dan 2020 masing-masing telah dihapuskan merkuri sebanyak 10.450 kg.

Untuk sektor manufaktur tepatnya di industri baterai pada 2019 terjadi pengurangan sebesar 190,98 kg dan 219,26 kg pada 2020. Sementara di industri lampu berhasil dikurangi 135,70 kg pada 2019 dan 155,12 kg tahun berikutnya.

Di sektor kesehatan pada 2019 telah ditarik 118.730 unit yang menggunakan merkuri seperti tambal gigi amalgam, termometer dan tensimeter. Jumlah itu sepadan dengan merkuri, atau yang dikenal juga sebagai raksa, dengan berat 7.146 kg. Untuk 2020 telah ditarik 72.292 unit alat kesehatan atau setara 4.731,6 kg merkuri.

Sementara dari sektor energi telah dihapus 560 kg pada 2019 dan 710 kg pada 2020.

Baca juga: KLHK ingatkan bahaya merkuri untuk manusia dan lingkungan
Baca juga: Pemerhati dorong langkah penguatan peniadaan merkuri di pertambangan

 

 

 


Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar