Itera panen hasil budidaya madu bersama Suhita Bee Farm

id Itera,Madu,Suhita,Lampung

Itera panen hasil budidaya madu bersama Suhita Bee Farm

Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan panen perdana budidaya lebah madu hasil kerja sama dengan Suhita Bee Farm atau peternakan lebah madu Suhita. Kamis, (27/10/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan panen perdana budidaya lebah madu hasil kerja sama dengan Suhita Bee Farm atau peternakan lebah madu Suhita.

"Itera menjadi salah satu lokasi percobaan budidaya lebah madu yang dilakukan oleh Suhita Bee Farm dimana ada 25 koloni atau kotak budidaya lebah madu ditempatkan di kawasan hutan Itera," kata Wakil Rektor Itera Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Sukrasno, M.S., di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan bahwa dalam panen tersebut, rata-rata satu koloni menghasilkan satu sampai dua kilogram madu murni yang per kilogramnya dihargai Rp300.000 hingga Rp500.000.

Baca juga: Itera buat inovasi penyaring air berbahan alami untuk pelaku UMKM tahu

Menurutnya, budidaya lebah madu di kampus Itera ini selain bisa menjadi laboratorium praktik mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi terkait, diharapkan juga dapat meningkatkan riset-riset tentang budidaya, hingga pengembangan kewirausahaan.

"Penjajakan kerja sama Itera dengan Suhita Bee Farm dalam budidaya madu sangat mendukung pengembangan bidang kewirausahaan di perguruan tinggi ini. Apalagi Itera juga memiliki lahan dengan hutan kampus yang cocok untuk budidaya lebah madu tersebut," kata dia.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung gandeng Itera percantik kota dan kelola sampah

Sementara, pemilik Suhita Bee Farm, Isnina menyebut, Itera dipilih menjadi kampus pertama untuk percobaan budidaya lebah madu selain memiliki hutan kampus yang mendukung, lokasi Itera yang juga menjadi pertimbangan, agar masyarakat dapat dengan mudah untuk mendapatkan edukasi.

Dia mengatakan bahwa khusus di Itera terdapat tiga jenis lebah yang dibudidayakan yakni Heterotrigona Itama, Geniotrigona Thoracica, Tetrigona Apicalis.

“Selama ini riset tentang budidaya madu masih sangat minim, masyarakat juga masih kurang dalam edukasi manfaat madu, sehingga dengan menggandeng Itera harapan kami riset tentang budidaya madu lebih banyak dilakukan,” kata dia.

Baca juga: Itera buka Prodi Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu pertama di Indonesia

Baca juga: Itera vaksinasi mahasiswa guna mendukung perkuliahan tatap muka

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar