Riau terima 3,3 juta dosis vaksin antisipasi gelombang ketiga

id vaksin riau, covid riau

Riau terima 3,3 juta dosis vaksin antisipasi gelombang ketiga

Salah satu masyarakat adat di Riau mengikuti vaksinasi COVID-19. (ANTARA/HO-Pemprov Riau)

Pekanbaru (ANTARA) - Provinsi Riau telah menerima 3.311.760 dosis vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat dan telah didistribusikan ke kabupaten dan kota guna mencegah penyebaran virus itu sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya gelombang ketiga.

"Dari jumlah tersebut, stok yang masih tersimpan di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Riau berjumlah 300 ribu dosis vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Minggu.

Dia mengatakan stok vaksin tersebut harus disimpan di Laboratorium milik dinas yang ada di Kota Pekanbaru karena kalau dikirimkan ke kabupaten atau kota nanti tidak habis sehingga kedaluarsa.

Baca juga: RSHS Bandung antisipasi gelombang ketiga COVID-19 meski kasus menurun

"Untuk itulah daerah harus cepat menghabiskan vaksin yang ada sekarang karena banyak persentase vaksin di daerah masih di bawah 40 persen," ujarnya lagi.

Dijelaskan Mimi, kabupaten DAN kota harus bisa menghabiskan stok vaksin yang tersedia agar pihaknya bisa menambah vaksin ke daerah.

Jika stok vaksin di Riau mulai menipis, imbuh Mimi, Kementerian Kesehatan akan segera mengirim vaksin lagi, sampai target vaksinasi bagi masyarakat di Riau tercapai.

Baca juga: Wapres minta masyarakat antisipasi COVID-19 gelombang ketiga

Lebih lanjut, Mimi meminta warga yang belum divaksin agar menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan suntikan untuk mengurangi dampak paparan COVID-19.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari meski jumlah kasus COVID-19 di Riau saat ini cenderung menurun.

Baca juga: Wamenkumham: Patuhi prokes untuk antisipasi gelombang ketiga COVID-19

"Tetap disiplin prokes, jangan abai karena virus ini masih ada," kata Mimi.

Pewarta : Vera Lusiana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar