Mendagri harap IAWP dorong peran polwan di panggung kepolisian

id konferensi polwan sedunia,IAWP,mendagri,labuan bajo,manggarai barat,NTT

Mendagri harap IAWP dorong peran polwan di panggung kepolisian

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Senin (8/11/2021). ANTARA/Fransiska Mariana Nuk.

Labuan Bajo (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berharap Konferensi Polwan Sedunia atau International Association of Women Police (IAWP) dapat mendorong peran polisi wanita (polwan) di panggung kepolisian.

"Kita berharap IAWP ini menjadi mesin pendorong gender equality di dalam semua kehidupan masyarakat karena masih ada banyak negara yang mana peran wanita belum diakui secara maksimal," kata Tito saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Meruorah Labuan Bajo, NTT, Senin.

Dia mengatakan polisi memiliki peran yang penting dalam kehidupan bermasyarakat, yakni menjaga ketertiban, keamanan, penegakan hukum, dan peran lain bagi masyarakat.

Baca juga: Kapolri membuka Konferensi Polwan Sedunia di Labuan Bajo

Baca juga: Kompolnas sebut Konferensi Polwan Sedunia perkuat Polwan Indonesia


Oleh karena itu polwan harus membuktikan diri sebagai pendorong peran wanita untuk persamaan gender, terutama di negara dengan keadilan gender yang belum kelihatan.
Suasana Konferensi Polwan Sedunia atau The 58th International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2021 hari ke dua di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Senin (8/11/2021). ANTARA/Fransiska Mariana Nuka

Perempuan bisa melaksanakan persamaan gender sehingga perempuan tidak hanya dianggap sebagai elemen pendukung, tapi juga menjadi titik pusat yang bisa memegang peranan penting dalam berbagai aspek.

Tito mengatakan jumlah polwan di Indonesia sendiri masih terbatas. Oleh karena itu dia berharap jumlah polwan di Indonesia bisa ditingkatkan.

Baca juga: 17 negara siap hadiri Konferensi Polwan Sedunia di Labuan Bajo

Dia menyebut polwan bisa melakukan kerja dan program yang sama dengan polisi laki-laki, termasuk untuk tugas-tugas fisik dan tugas berbahaya. Dia juga melihat ada tugas yang dirasakan lebih baik dikerjakan oleh polwan daripada polisi laki-laki.

"Polisi wanita jangan hanya bergerak seputar titik panggung kepolisian, tapi ambil peranan penting di pusat panggung kepolisian," tutur Tito.

Pewarta : Fransiska Mariana Nuka
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar