54,3 persen kasus COVID-19 dari luar negeri merupakan mutasi virus

id Dinkes DKI,Dwi Oktavia,Varian Baru,Mutasi COVID-19

54,3 persen kasus COVID-19 dari luar negeri merupakan mutasi virus

Petugas kesehatan menyuntikkan COVID-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi COVID-19, Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Menurut data Satgas COVID-19, per tanggal 5 November 2021 pukul 12.00 WIB, Indonesia mencatat 204.913.735 suntikan dosis vaksin COVID-19 dengan rincian 123.824.199 suntikan dosis pertama, 77.687.838 suntikan kedua, serta 1.156.371 suntikan ketiga bagi tenaga kesehatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan sebesar 54,3 persen kasus positif COVID-19 dari pelaku perjalanan luar negeri merupakan varian mutasi virus berbahaya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebutkan bahwa hasil tersebut berdasarkan dari pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) pada setiap pelaku perjalanan luar negeri dinyatakan positif COVID-19.

Baca juga: Dinkes DKI: 47 persen kasus aktif baru adalah pekerja migran

"Kami di Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan WGS ini untuk melihat adanya kemungkinan mutasi virus yang berbahaya atau variant of concern (VOC) dengan hasil sejauh ini 54,3 persen adalah mutasi virus berbahaya," kata Dwi di Jakarta, Rabu.

Dwi memaparkan, pihaknya telah memeriksa WGS sebanyak 2.245 sampel dengan hasil 54,3 persen hasil pemeriksaan WGS adalah mutasi virus yang berbahaya (VOC).

Tercatat sekitar 93 persen VOC adalah varian Delta dan subvariannya, sedangkan sisanya adalah varian Alpha, Beta, dan Kappa.

Sementara 28 persen dari jumlah VOC menjangkit pada individu usia di bawah 18 tahun, 62 persen menular pada orang berusia 19-59, dan 10 persen pada usia 60 tahun ke atas.

Baca juga: Dinkes DKI ajak investor investasi di Jakarta

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sebaran kasus positif hari ini berdasarkan wilayah, yaitu Jakarta Selatan 24 kasus (18,46 persen), Jakarta Utara 13 kasus (10 persen, Jakarta Timur 12 kasus (9,23 persen), Jakarta Barat 11 kasus (8,46 persen), Jakarta Pusat 9 kasus (6,92 persen), dan luar DKI Jakarta/pekerja imigran 61 kasus (46,92 persen).

Sementara itu, kasus positif berdasarkan kelompok usia, yakni 0-18 tahun sebanyak 6,93 persen, 19-59 tahun sebanyak 110 kasus (84,62 persen), dan 60 tahun ke atas sebanyak 11 kasus (8,46 persen).

Dinkes DKI juga menyebutkan masyarakat usia 12 tahun ke atas diimbau segera melengkapi vaksinasi dua kali, melakukan gaya hidup sehat, dan kontrol penyakit komorbid bagi yang memiliki.

Di samping itu, tetap memakai masker dan melakukan protokol kesehatan 5M lainnya. Segera datangi Puskesmas terdekat jika memiliki gejala COVID-19 atau kontak erat kasus positif untuk dilakukan pemeriksaan PCR secara gratis.

Baca juga: Dinkes DKI: ada sekitar 1,5 juta warga Jakarta belum divaksin

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar