MER-C harap Indonesia memainkan peran lebih untuk Palestina

id MER-C,BPIP,Palestina

MER-C harap Indonesia memainkan peran lebih untuk Palestina

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad (kanan) saat bertemu Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonious Benny Susetyo (kiri). ANTARA/HO-MER-C.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih untuk Palestina, demi mendorong perdamaian dan kemerdekaan di negara Timur Tengah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Sarbini saat menyambangi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) serta bertemu rohaniawan Katolik yang juga Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonious Benny Susetyo.

"Kami berharap Romo Benny dapat menyampaikan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, agar Indonesia bisa menjadi perekat antara Hamas, Fatah dan kelompok-kelompok lain yang ada di Palestina," ujar Sarbini dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan tersebut, Sarbini memperkenalkan MER-C sebagai sebuah lembaga sosial dengan misi kemanusiaan dan perdamaian. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah dan konstitusi bangsa Indonesia.

Dalam rangka mendorong kemanusiaan dan perdamaian, selain di Palestina, MER-C juga telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State (Myanmar) yang dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI).
Baca juga: Prabowo tegaskan komitmen Indonesia dukung perdamaian di Palestina
Baca juga: Indonesia pada jalur yang tepat perjuangkan kemerdekaan Palestina


Sementara itu, Romo Benny menyatakan dukungannya terhadap upaya MER-C. Menurutnya Palestina adalah masalah global yang harus didukung semua pihak.

"Kami memberi dukungan, sikap Paus mengatakan bahwa Palestina juga harus memiliki negara sendiri dan Yerusalem sebagai kota internasional. Jadi ini sebenarnya momentum kita bersama untuk merajut kemanusiaan. Karena teman-teman Kristen juga ingin merdeka dari Israel. Ini persoalan global," kata dia.

Ia menegaskan masalah kemanusiaan harus didukung semua pihak. Kemanusiaan tidak mengenal agama, suku, etnis. "Kita punya komitmen yang sama bahwa Palestina harus memiliki kemerdekaan dan negeri," kata dia.

Mendukung kemerdekaan Palestina, kata Benny, adalah komitmen sejak presiden pertama Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Itulah komitmen Ir. Soekarno. Siapapun Presidennya, Indonesia punya misi, yaitu Palestina harus merdeka. Itu harus kita perjuangkan bersama-sama," kata dia.

Menurutnya Indonesia sudah berperan aktif untuk Palestina. Ia juga sependapat bahwa tidak hanya pemerintahan, namun civil society seperti NU dan Muhammadiyah juga bisa berperan menjadi penengah dalam konflik Palestina.

"Kita berharap organisasi NU dan Muhammdiyah bisa menjadi mediator untuk mengupayakan rekonsiliasi dan perdamaian, menghentikan kekerasan kemudian terciptanya Palestina yang merdeka. Ini bisa, saya yakin," kata dia.
Baca juga: MPR: Indonesia konsisten perjuangkan kemerdekaan Palestina
Baca juga: Indonesia desak GNB cari solusi permanen untuk Palestina

Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar