Perempuan di industri media edukasi pemberitaan berperspektif gender

id Kesetaraan gender, gender, media

Perempuan di industri media edukasi pemberitaan berperspektif gender

Tangkapan layar Chief KumparanWoman Fitria Sofyani dalam sebuah webinar, Selasa (23/11/2021). ANTARA/Sanya Dinda

Jakarta (ANTARA) - Chief KumparanWoman Fitria Sofyani mengatakan keberadaan pimpinan perempuan penting di industri media untuk meluruskan pemberitaan yang kurang berperspektif kesetaraan gender.

"Jadi keberadaan pemimpin perempuan di sebuah media penting untuk mengedukasi, meluruskan, cara cara kita menulis dan memberitakan perempuan, sehingga mereka lebih peka terhadap perspektif gender yang lebih tepat," kata Fitria dalam webinar "Dunia Kerja Setelah Pandemi COVID-19" yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Sebelum bekerja di media online, Fitria sempat bekerja di majalah. Saat itu ia dan teman-temannya kerap mempertanyakan mengapa media online membuat berita yang menyudutkan perempuan.
 

"Kenapa mereka menulis perempuan dengan cara yang menurut kita kadang suka terkesan melecehkan, merendahkan. Ketika saya join media online, saya sadar problemnya bukan karena media tersebut berniat melakukan itu, tapi karena simply perspektif gender belum tertanam di teman-teman media yang awalnya didominasi laki-laki," terangnya.

Karena itu menurutnya keberadaan pemimpin perempuan dalam sebuah media penting untuk menyaring berita-berita yang kurang berperspektif kesetaraan gender.

Baca juga: Mary Kay dukung kesetaraan gender di tempat kerja
Baca juga: Srikandi BUMN dorong komposisi direktur perempuan capai 30 persen

Fitria pun bercerita sempat membuat grup whatsApp dengan rekan kerja perempuan untuk melakukan penyaringan tersebut.
 

"Ketika saya join, saya dan rekan perempuan membuat grup WA untuk mengawasi pemberitaan yang sense of gender perspective-nya kurang," imbuhnya.
 

Dukungan anggota keluarga dan pasangan, menurut Fitria, juga penting agar perempuan terutama yang bekerja di industri media dapat mencapai posisi yang lebih tinggi. Selama ini pun ia mendapatkan dukungan dari sang suami yang memaklumi pekerjaannya yang menyita banyak waktu hingga malam hari.
 

"Kebetulan saya punya pasangan yang paham bahwa pekerjaan di media very demanding. Jadi dia memaklumi, tidak pernah protes ketika saya pegang laptop jam satu malam," imbuhnya.

Baca juga: Ketum Kowani: Keterwakilan perempuan di bidang legislatif masih kecil
Baca juga: Polri pastikan Polwan punya peluang duduki jabatan strategis

 


Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar