BRIN kembangkan penggunaan AI untuk pemantauan SDA dan lingkungan

id Badan Riset dan Inovasi Nasional ,BRIN,kecerdasan artifisial,penginderaan jauh,Ai

BRIN kembangkan penggunaan AI untuk pemantauan SDA dan lingkungan

Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN Erna Sri Adiningsih berbicara dalam Simposium Internasional Lapan BRIN - Universitas Kyoto di Jakarta. ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Riset (OR) Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan platform penggunaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk pemantauan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan.

"Aplikasi artificial intelligence juga sudah mulai digunakan untuk membangun model pemantauan sumber daya alam dan lingkungan," kata Kepala OR Penerbangan dan Antariksa BRIN Erna Sri Adiningsih saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia menuturkan penggunaan AI untuk pemantauan SDA dan lingkungan masih dalam taraf pengembangan dan baru mulai dikaji sejak 2020 seiring meningkatnya kebutuhan para pengguna dari berbagai sektor, khususnya pada masa pandemi.

Dengan memanfaatkan teknologi AI, otomasi pengolahan data penginderaan jauh untuk menghasilkan berbagai informasi spasial dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Baca juga: BRIN dukung ASEAN hasilkan peta jalan pengembangan AI
Baca juga: Airlangga: ASEAN harus perkuat kerja sama pengembangan AI

Erna menjelaskan, pemanfaatan penginderaan jauh sangat penting terutama untuk sektor kehutanan secara umum dan pencegahan kebakaran hutan antara lain untuk pemantauan perubahan tutupan lahan atau hutan, deforestasi, tingkat bahaya kebakaran lahan/hutan, dan kebakaran hutan/lahan berbasis deteksi titik panas (hotspot).

"Penerapan AI dalam penginderaan jauh menjadi salah satu target riset pada periode 2020-2024 dan juga merupakan salah satu topik riset dari pembangunan PLATYPUS (Platform Penginderaan Jauh Untuk Semua)," katanya.

Oleh karenanya, OR Penerbangan dan Antariksa BRIN mengembangkan platform sistem otomatisasi berbasis machine learning, kecerdasan artifisial, atau internet of things untuk pengolahan data penginderaan jauh.

Otomatisasi untuk pengolahan data penginderaan jauh tersebut bisa dimanfaatkan antara lain untuk pemantauan kebakaran, kekeringan, kehutanan, pertanian, daerah aliran sungai, danau, banjir, longsor, perkebunan, gunung api dan mangrove.

Baca juga: Peneliti kembangkan kecerdasan buatan untuk bioenergi di Wallacea

Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar