AstraZeneca teliti dampak varian baru COVID terhadap vaksin buatannya

id AstraZeneca ,varian baru COVID,Afrika Selatan

AstraZeneca teliti dampak varian baru COVID terhadap vaksin buatannya

Botol dengan stiker bertuliskan, "COVID-19 / vaksin Coronavirus / Injeksi" dan jarum suntik medis terlihat di depan logo AstraZeneca yang ditampilkan dalam ilustrasi (31/10/2020). ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/aa.

London (ANTARA) - Produsen AstraZeneca pada Jumat (26/11) mengatakan sedang meneliti dampak vaksin baru COVID-19 yang menyebar cepat di Afrika Selatan terhadap vaksin dan koktail (campuran) antibodi buatannya, berharap kombinasi obat tersebut akan menjaga keampuhan vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat menetapkan varian baru COVID-19 B11529 yang ditemukan di Afrika Selatan dengan mutasi yang besar, sebagai "varian yang diwaspadai".

AstraZeneca telah mendistribusikan dua miliar dosis vaksin ke seluruh dunia, meski pada Februari penggunaannya di Afrika Selatan sempat dihentikan karena terbukti memberi sedikit perlindungan terhadap penyakit ringan hingga sedang yang disebabkan varian Beta.

Pada saat itu varian Beta menjadi dominan di negara tersebut.

"Seperti halnya kemunculan varian baru, kami sedang memeriksa B11529 untuk lebih memahami itu serta dampaknya terhadap vaksin," kata AstraZeneca lewat pernyataan. Pihaknya juga mengaku sedang melakukan penelitian di Botswana dan Eswatini untuk mengumpulkan data.

"Itu akan memungkinkan kami untuk menghimpun data dunia nyata Vaxzevria terhadap varian baru virus ini."

Perusahaan farmasi Anglo-Swedia itu menegaskan bahwa vaksin buatannya terbukti ampuh melawan semua varian SARS-CoV-2 yang diwaspadai.

AstraZeneca mengatakan pihaknya bersama Universtas Oxford telah mengembangkan sebuah platform vaksin untuk merespons varian baru dengan cepat.

Produsen itu sebelumnya menyebutkan sedang membuat vaksin varian yang lebih menargetkan varian Beta.

Meskipun sejumlah ilmuwan telah menyatakan keprihatinan bahwa mutasi pada protein lonjakan mungkin menghindari keampuhan obat antibodi monoklonal, campuran obat buatan AstraZeneca mungkin menjaga efikasinya, kata perusahaan itu.

"Kami juga sedang menguji kombinasi antibodi jangka panjang AZD7442 buatan kami terhadap varian baru ini dan berharap AZD7442 bakal mempertahankan efikasinya karena terdiri atas dua antibodi kuat dengan aktivitas berbeda dan saling mengimbangi untuk melawan virus," katanya.

Sumber: Reuters
Baca juga: Indonesia terima 4,3 juta dosis vaksin AstraZeneca
Baca juga: AstraZeneca tawarkan 6 bulan kemanjuran obat COVID-19
Baca juga: Peneliti: Vaksin intranasal AstraZeneca efek sampingnya lebih ringan

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar