Kapolri koordinasi atasi kendala vaksinasi di Maluku

id Kapolri jenderal listyo, listyo sigit prabowo, mabes polri, provinsi maluku, vaksinasi covid-19

Kapolri koordinasi atasi kendala vaksinasi di Maluku

Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, meninjau kegiatan Vaksinasi Serentak Indonesia di Pusat Pengembangan SDM Perhubungan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021). ANTARA/HO-Divisi Humas Kepolisian Indonesia.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi kendala percepatan vaksinasi di Provinsi Maluku.

Saat meninjau Vaksinasi Serentak Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, dia menggelar konferensi video dengan jajarannya dan pihak-pihak lain di Maluku, dan mendapatkan laporan terjadi kendala dalam pendistribusian dan tempat penyimpanan vaksinasi di Kepulauan Rempah itu.

"Nanti kami infokan terkait dengan sistem penyimpanan dan distribusinya. Sehingga vaksinnya tetap baik," kata dia, dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Kepolisian Indonesia.

Baca juga: Polres Manggarai Barat telah suntikkan 10.676 dosis vaksin COVID-19

Lewat koordinasi ini, dia akan terus memantau pelaksanaan vaksinasi di Provinsi Maluku. "Dua pekan ke depan saya akan cek pencapaiannya seperti apa. Saya kira dengan semangat yang ada pencapaiannya bisa dilaksanakan," ujar dia.

Provinsi Maluku termasuk satu dan empat provinsi (bersama Riau, Lampung, dan Sulawesi Tenggara) yang disoroti Satuan Tugas Penanganan Covid-19 karena paling rendah tingkat kepatuhan masyarakatnya terhadap protokol kesehatan.

Satgas Penanganan Covid-19 juga menyebut empat provinsi itu termasuk dari 22 provinsi di Indonesia yang persentase capaian vaksinasi Covid-19 dosis keduanya di bawah capaian nasional.

Baca juga: Akhir pekan, 93,67 juta penduduk RI telah terima vaksinasi lengkap

Selain Maluku, dua juga memantau progres vaksinasi di Provinsi Aceh secara virtual. Ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang telah berperan aktif dalam percepatan vaksinasi di Aceh. "Saya yakin dengan bantuan dari seluruh tokoh yang ada maka percepatan vaksinasi untuk Aceh bisa dilaksanakan," kata Sigut.

Ia mengaku akan memantau secara terus menerus percepatan vaksinasi di Aceh, dan memastikan TNI-Polri siap untuk kerja siang malam. "Kami tentunya akan pantau terus. Apabila memang stok mulai habis segera diinformasikan sehingga kita bisa distribusi," kata dia.

Baca juga: Pemprov Gorontalo gencarkan vaksinasi hingga akhir tahun

Sementara saat menyapa Papua, dia menekankan untuk seluruh instansi terkait dan masyarakat terus bersinergi dalam rangka percepatan pembentukan kekebalan dan imunitas warga terhadap virus Korona.

Menurut dia, perhelatan PON XX/2021 di Papua telah sukses, tapi capaian vaksinasi di provinsi paling timur Indonesia perlu ditingkatkan lewat percepatan vaksinasi, sehingga dia menekankan, percepatan vaksinasi agar masyarakat Papua memiliki kekebalan dan imunitas.

Baca juga: Dinkes Sulsel sebut hoaks jadi kendala utama vaksinasi di pedesaan

Ia juga mengingatkan, sejumlah negara masih terjadi fluktuasi angka Covid-19 bahkan ada yang meningkat, di antaranya Jerman. "Saya harapkan Papua segera dipercepat vaksinasinya sehingga masyarakat semuanya dalam kondisi kuat, kondisi lebih imunitas dalam hadapi situasi pandemi Covid-19," kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia menerima laporan bahwa seluruh Indonesia sudah tidak adalagi masyarakat yang tidak mau atau menolak untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.

Tak lupa, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI-Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, Forkopimda, juru vaksin, relawan dan unsur masyarakat lainnya yang terus berusaha melakukan akselerasi vaksinasi meskipun di hari libur seperti saat ini.

Baca juga: 93,1 juta warga Indonesia sudah terima dosis kedua vaksin COVID-19

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar