1.153 WBP Rutan Tangerang ikut cek HIV dan TBC

id Pemeriksaan kesehatan warga WBP Rutan Tangerang

1.153 WBP Rutan Tangerang ikut cek HIV dan TBC

Sebanyak 1.153 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang mengikuti pengecekan kesehatan HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TBC) oleh Dinas Kesehatan setempat. (Azmi)

Tangerang (ANTARA) - Sebanyak 1.153 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang, Banten, mengikuti pemeriksaan kesehatan HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) oleh Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tangerang, Hilman Hilmawan di Tangerang, Rabu, mengatakan skrining penyakit menular itu sangat diperlukan bagi WBP mengingat jumlah narapidana yang tidak sesuai dengan kapasitas ruangan yang ada.

"Kegiatan pengecekan ini sangat penting bagi kami, untuk bisa mengetahui kondisi kesehatan di rutan, karena jumlah narapidana di Rutan Kelas I Tangerang itu di atas seribu, sedangkan kapasitas normal hanya 700, alhasil kondisi over kapasitas," katanya.

Baca juga: Yayasan Lentera: Anak dengan HIV/AIDS butuh dukungan semangat

Ia mengatakan, dengan kondisi over kapasitas, tentunya dapat menimbulkan penyakit-penyakit seperti TBC, HIV dan yang lainnya. Oleh karena dengan kegiatan tersebut penting untuk bisa dilakukan secara rutin.

"Tentunya kegiatan ini untuk deteksi dan antisipasi penyakit kepada WBP," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menambahkan pengecekan tersebut sebagai rangkaian dalam memperingati Hari AIDS Sedunia.

Baca juga: KPA catat 560 kasus HIV/AIDS di Mataram

"Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, kami dengan rutan pun bekerja sama untuk mengadakan pengecekan ini. Dan tidak hanya Aids/HIV saja, tapi juga l pengecekan TBC," katanya.

Pengecekan itu pun dilakukan melalui metode tes darah dan nantinya, bila didapati narapidana yang positif terjangkit penyakit menular tersebut,  akan dilakukan tindak lanjut dengan tes menyeluruh dan pemberian obat khusus.
 

Pewarta : Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar