Kemenkop UKM: Sinergi dorong pencapaian target UMKM digital

id kemenkop,kemenkop ukm,umkm digital,digitalisasi umkm,google,google for indonesia

Kemenkop UKM: Sinergi dorong pencapaian target UMKM digital

Ilustrasi - Pelaku UMKM menyiapkan produknya dipasarkan secara digital. ANTARA/Pexels.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) RI mengatakan sinergi antar-pihak yang meliputi pemerintah hingga swasta dan perusahaan teknologi mampu mendorong target 30 juta UMKM on-boarding digital pada 2024.

"Harapannya kita semua bisa bersinergi. Kemarin kita sempat menyelenggarakan Rakornas terkait UMKM Indonesia dan transformasi digital," kata Staf Khusus Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Kemenkop UKM RI Fiki Satari, dalam jumpa media secara daring, Kamis.

"Sehingga tentunya kami berharap perusahaan multinasional selevel Google pun bisa membantu dari sisi insight, kondisi, dan kita mendorong UMKM untuk masuk ke ekosistem digital, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan market," imbuhnya.

Lebih lanjut, Fiki mengatakan pemerintah mendorong penyedia layanan teknologi untuk membantu menyiapkan ekosistem digital dari hulu ke hilir, yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) secara optimal.

Sementara, dari sisi pelaku UMKM, Fiki mendorong untuk menyediakan produk-produk yang berasal dari komoditas daerah agar dapat berkompetisi di pasar yang lebih luas lagi di ekosistem digital yang tersedia.

"Pemerintah juga menyediakan berbagai alternatif pembiayaan UMKM, KUR (kredit usaha rakyat), yang nantinya kita desain spesifik untuk masalah UMKM per sektor," papar dia.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM digitalisasi hingga 2024. Setidaknya, perlu 6 juta UMKM masuk digital per tahun guna target itu terealisasi.

Berdasarkan paparan Fiki, tahun ini, tercatat sebanyak 15,6 juta atau 26 persen UMKM sudah terhubung di ruang digital. Menurutnya, jumlah ini relatif lebih besar jika dibanding tahun 2020 lalu yang masih di angka 13 persen atau sekitar 8 juta UMKM.

Pemerintah juga telah mencanangkan program digitalisasi untuk mendorong peningkatan daya saing UMKM.

Di sisi lain, Fiki mengingatkan para pelaku usaha untuk tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi, mengingat adanya varian baru COVID-19 yang muncul di sejumlah negara.

"Vaksinasi dan protokol kesehatan ini menjadi kunci kita semua, walaupun pandemi kita lihat sudah under control, tapi, kita harus waspada," katanya.

Baca juga: Kemenkop: Realisasi KUR UMKM capai Rp262,95 triliun

Baca juga: Kemenkop: Garda Transfumi telah terbitkan 17.654 NIB usaha mikro

Baca juga: BNI dukung digitalisasi UMKM dan koperasi lewat jaringan agen

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar