Wall Street dibuka jatuh, terseret penurunan saham teknologi

id wall street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq

Wall Street dibuka jatuh, terseret penurunan saham teknologi

Arsip Foto - Pialang bekerja mengenakan masker di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2020). ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, melemah dalam perdagangan Jumat pagi waktu setempat, dengan saham teknologi menyeret indeks utama lebih rendah, karena kekhawatiran seputar inflasi dan varian Omicron memicu perdagangan yang bergejolak.

Indeks teknologi S&P 500 jatuh 1,5 persen, memimpin kerugian di antara 11 sektor utama. Saham Tesla, Nvidia, Microsoft, dan Apple, turun antara 0,7 persen dan 3,5 persen, menyeret penurunan Nasdaq.

"Dalam headline S&P 500, jika Anda melihat di bawah permukaan, ada banyak pembantaian di saham teknologi yang dinilai terlalu tinggi dan itulah yang berkontribusi paling besar terhadap volatilitas," kata Managing Partner Harris Financial Group, Jamie Cox.

Kontrak berjangka tetap stabil setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pekerjaan non pertanian meningkat 210.000 pekerjaan pada November, jauh di bawah 550.000 pekerjaan, yang diperkirakan ekonom yang disurvei Reuters.

Data juga menunjukkan tingkat pengangguran turun 4,2 persen, terendah sejak Februari 2020, dan upah meningkat lebih lanjut.

"Dengan laporan pekerjaan ini mungkin memberi mereka (Federal Reserve/Fed) jeda untuk mengatakan ok kami tidak perlu mempercepat pada bulan Desember. Kami dapat memberikannya beberapa minggu lagi sampai kami memiliki data yang lebih baik dari Omicron dan kami tahu apa yang kami hadapi," kata Managing Member Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes, di New York.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan awal pekan ini bahwa pada pertemuan mendatang bank sentral AS akan mempertimbangkan untuk mempercepat program pembelian obligasi, sebuah langkah yang secara luas dilihat sebagai membuka pintu bagi kenaikan suku bunga sebelumnya.

Pasar saham telah berfluktuasi tajam minggu ini karena investor mencerna pembaruan pada varian Omicron yang baru terdeteksi, yang menyebar secara global dan menyebabkan negara-negara memberlakukan kembali pembatasan perjalanan.

Tiga indeks utama berada di jalur untuk kerugian mingguan, dengan indeks Volatilitas Pasar CBOE, yang mengukur kekhawatiran Wall street, melonjak di atas 30 untuk pertama dalam 10 bulan awal pekan ini.

Pada pukul 10:07 waktu setempat Indeks Dow Jones Industrial Average turun 52,99 poin, atau 0,15 persen menjadi 34.586,80. Indeks S&P 500 turun 21,70 poin, atau 0,47 persen menjadi 4.555,40 dan Indeks Komposit Nasdaq merosot 205,59 poin, atau 1,34 persen menjadi 15.175,73.

Penurunan terjadi bahkan ketika data menunjukkan ukuran aktivitas industri jasa AS mencapai rekor tertinggi baru pada November karena bisnis mendorong perekrutan, namun ada sedikit petunjuk bahwa kendala pasokan berkurang dan harga tetap tinggi.
 

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar