Pasien COVID-19 aktif di Babel berkurang 9 jadi 67 orang

id satgas covid-19

Pasien COVID-19 aktif di Babel berkurang 9 jadi 67 orang

Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan pasien COVID-19 aktif berkurang 9 orang, sehingga pasien terpapar virus corona yang masih menjalani isolasi menjadi 67 jiwa. (Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan pasien COVID-19 aktif berkurang 9 orang, sehingga pasien terpapar virus corona yang masih menjalani isolasi tinggal 67 jiwa.

"Hari ini pasien sembuh bertambah 9 orang dan lebih banyak dibandingkan kasus baru 4 orang," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia menjelaskan berdasarkan data terbaru, sebanyak 9 orang sembuh dari COVID-19 dengan kumulatif 50.771 jiwa tersebar di Bangka Barat 3, Belitung Timur 3, Belitung 2 dan Bangka Tengah 1 orang.

Baca juga: Satgas COVID-19 Balikpapan sebut tak ada penambahan kasus

Jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani isolasi di isolasi terpusat, rumah sakit rujukan, dan isoman 67 orang tersebar di Bangka 23, Bangka Barat 11, Belitung Timur 11, Bangka Tengah 10, Pangkalpinang 6, Belitung 4 dan Bangka Selatan 2 orang pasien.

"Hari ini satu pasien COVID-19 meninggal di Bangka Barat, karena memiliki penyakit bawaan," katanya.

Ia mengatakan kasus orang terpapar COVID-19 juga bertambah 4 orang dengan kumulatif 52.294 jiwa tersebar di Pangkalpinang 2, Bangka Tengah 1 dan Belitung 1 orang.

"Hari ini empat kabupaten yaitu Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Belitung Timur tidak ada kasus orang terpapar virus corona ini," katanya.

Baca juga: Dinkes Bali: Perketat pintu masuk untuk cegah varian Omicron

Menurut dia dalam menekan kasus penularan COVID-19 ini dan mempercepat kesembuhan pasien ini, pemerintah daerah mendorong dan mengajak pasien COVID-19 untuk menjalani perawatan di isolasi terpusat.

"Hari ini hanya satu pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di isolasi terpusat, sehingga tempat tidur di fasilitas khusus penanganan pasien COVID-19 itu banyak kosong," katanya. 

Pewarta : Aprionis
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar