Trenggalek (ANTARA News) - Ratusan hektare sawah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kekurangan air menyusul kekeringan yang melanda kawasan ini sejak akhir Juli lalu.

"Debit air saluran irigasi sangat kecil," kata, Djuwari, petani di Kecamatan Gandusari, Selasa.

Sebagian besar petani terpaksa menggunakan pompa disel untuk menyedot air tanah demi memenuhi kebutuhan air bagi tanaman produksi yang terlanjur disemai.

Konsekuensinya, ongkos produksi pertanian membengkak dari Rp2 juta sampai Rp5 juta, menjadi Rp7 juta - Rp10 juta.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek, Joko Surono menyebutkan potensi kekeringan di wilayahnya diprediksi menyebar ke seluruh kecamatan.

"Semua (14) kecamatan di daerah ini rawan kekeringan. Mayoritas sawah di Trenggalek ini adalah sawah tadah hujan, sehingga ketika musim kemarau tiba, hampir dipastikan banyak yang kesulitan air," jelas Joko.

Untuk meminimalkan dampak buruk kekeringan pemerintah kabupaten membantu petani dengan mengirimkan pompa-pompa disel.(*)

ANT/C004

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011