Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menyambut baik penangkapan tersangka kasus suap terkait pemilihan deputi senior gubernur Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti, di Bangkok Thailand.

"Kami memberi apresiasi kepada KPK yang telah berhasil menangkap Nunun Nurbaeti dan membawa kembali ke Indonesia," kata Benny K Harman di Gedung MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Senin.

Menurut dia, KPK harus segera memeriksa Nunun dan mengungkap motivasi pemberi cek perjalanan yang memberikan dampak sejumlah mantan anggota DPR RI menjadi terpidana.

KPK, kata dia, harus mengungkap siapa pemberinya dan kepentingannya untuk apa. "KPK harus bisa mengungkap motivasi dan kepentingannya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Benny juga meminta agar KPK memeriksa mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltoem, untuk dikonfirmasi keterkaitannya dengan Nunun Nurbaeti.

Menurut dia, KPK harus segera menindaklanjuti apakah pemberian cek perjalanan ada kaitan dengan timbal balik, karena cek itu diberikan dalam suksesi pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia pada 2004 yang dimemangkan oleh Miranda Goeltoem.

Ia menambahkan, KPK juga harus menindaklanjuti apakah pemberian cek itu ada kontrak prestasinya dan apakah ada timbal baliknya.

"Kalau betul cek ini merupakan alat menyuap guna memuluskan langkah Miranda Goeltoem, tentu penyuap itu punya kepentingan terhadap Miranda," katanya.

Karena itu, kata dia, KPK perlu memeriksa Miranda Goeltom agar segera terbuka benang merah keterlibatan Nunun dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di DPR RI, pada 2004.

Menurut Benny, Nunun adalah tokoh kunci yang bisa menjadi titik terang kasus cek perjalanan,

"Harapan kami, KPK yang baru terpilih mampu mengungkap masalah itu. Ini menjadi ujian berat pimpinan KPK yang baru terpilih," kata Benny.

(R024)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011