Bandung (ANTARA News) - Buah lokal asli Jawa Barat yakni Mangga Gedong Gincu, menjadi salah satu komoditi dalam MoU antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka.

"Di bidang perdagangan, kami harap banyak produk Shizuoka beredar di Jabar, dan produk Jabar di Shizuoka, salah satunya yang paling disukai orang Jepang, adalah Mangga Gedong Gincu dan unagi," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher dalam siaran persnya, Jumat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani MoU untuk mulai merealisasikan kerja sama di sejumlah bidang dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Kamis (2/11) waktu setempat.

MoU tersebut mulai dari bidang ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, sampai perdagangan mangga gedong gincu dan unagi atau sidat, akan direalisasikan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan antara Gubernur Aher dengan Gubernur Prefektur Shizuoka Heita Kawakatsu di Kantor Prefektur Shizuoka, Jepang.

Aher mengatakan bersyukur dalam waktu satu tahun saja, sejak penandatanganan Letter of Intent pada 19 November 2016, akhirnya bisa ditindaklanjuti dengan MoU.

Padahal sebelumnya muncul kekhawatiran atas Parlemen Shizuoka yang akan keberatan dengan persahabatan sebagai sister province tersebut.

Namun, kata Aher, Parlemen Shizuoka malah menyetujuinya dengan cepat, bahkan memintanya untuk bertemu para anggota parlemen mengenai program kerja sama tersebut sebelum penandatanganan MoU.

Aher mengatakan para anggota parlemen yang terkenal sulit untuk membuka ruang kerja sama ini menganggap kerja sama dengan Jawa Barat akan sangat menguntungkan kedua belah pihak.

"Tanggal 19 November tahun lalu kami (Pemprov Jabar dan Shizuoka) bertemu, saat itu yang dibicarakan, salah satunya adalah unagi (sidat). Dan kini dari unagi itu, ternyata kerja sama berkembang banyak. Kami bersyukur hanya dengan waktu setahun, MoU bisa ditandatangani," kata dia.

Ia mengatakan hal pertama yang akan dikerjasamakan dengan Shizuoka adalah bidang ekonomi dan sumber daya manusia (SDM).

Bidang ekonomi meliputi pariwisata, perdagangan, dan investasi. Sedangkan pengembangan SDM berupa pemagangan petani dan sektor pendidikan, seni, dan budaya.

"Kenapa pariwisata, karena Shizuoka dan Jabar sangat indah. Kami berharap dengan kerja sama yang erat, orang jabar banyak ke Shizuoka, orang Shizuoka banyak ke Jabar.

Kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan kesenian, kayanya, akan dilakukan lebih giat. Begitu pun kerja sama di bidang penerbangan, mengingat bandara di Shizuoka dan Jawa Barat sama-sama akan rampung pada 2018.

Aher menuturkan Pemprov Jabar segera membuat tim untuk menindaklanjuti sejumlah rancangan kerja sama, begitu pun dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka.

Dengan demikian, kerja sama ini segera membuahkan manfaat yang dapat dirasakan maayarakat Jawa Barat.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Shizuoka Heita Kawakatsu mengatakan sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan Jawa Barat yang memiliki banyak potensi untuk saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Seperti yang saya katakan berkali-kali sebelumnya, November tahun depan bandara kami selesai diperluas. Kami akan semakin mudah bekerja sama dengan Jawa Barat. Dan tentunya kami akan menyediakan restoran halal dan musala di bandara kami," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Heita memberikan cenderamata kepada Aher, yakni kumpulan 100 foto terbaik Gunung Fuji dan boks musik. Sedangkan Aher sendiri memberikan berbagai jenis cenderamata, termasuk kopi gunung halu.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017