Jakarta (ANTARA News) - Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan kering atau lahan tadah hujan, salah satunya dengan budidaya padi gogo rancah.

Pada budidaya ini, kebutuhan air untuk tanaman sangat minim. Selain itu, budidaya ini memiliki beberapa keunggulan seperti penghematan tenaga kerja baik saat tanam maupun saat  pemeliharaan sehingga sangat  menghemat waktu. Benih ditanam langsung pada lahan tanpa semai terlebih dahulu.  

Selain itu, budidaya gogo rancah  mempercepat waktu tanam sehingga dapat meningkatkan IP Padi.  Lahan tadah hujan yang biasanya ditanami 1 kali dapat ditanam menjadi 2 kali.

Dalam rangka memanfaatkan lahan-lahan tadah hujan, BPTP Banten melakukan kegiatan diseminasi teknologi budidaya padi gogo rancah di lahan Poktan  Sri Mukti II yang berada di Desa Bejod Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak.  

Pertanaman menggunakan Varietas Inpari 10, 42 dan 43.

Panen perdana kegiatan tersebut dilakukan pada Hari Senin (22/01) pada Varietas Inpari 10.   

Panen dilakukan pada hamparan seluas 25 ha. Produktivitas yang dihasilkan cukup memuaskan yaitu mencapai 6 ton per hektare, mendekati potensi maksimal yang dapaf diperoleh dari budidaya Varietas Inpari 10, yaitu 7 ton per hektare.

Berdasarkan sumber literatur dari Badan Litbang Pertanian, rata-rata hasil yang dapat diperoleh dari varietas tersebut adalah 4.8 ton per hektare.


Dengan demikian, hasil ini layak untuk didiseminasikan kepada petani lainnya di Banten yang memiliki lahan kering atau lahan tadah hujan.  

Panen dilakukan karena pertanaman sudah memasuki fase masak panen yang memiliki ciri penampakan 90 persen gabah sudah menguning.  

Bila fase tersebut terlewati, yaitu saat jerami mulai mengering dan pangkal malai mulai patah maka dapat mengakibatkan kerugian karena akan banyak gabah rontok saat panen.

Inpari 10 merupakan salah satu jenis Varietas Unggul Baru (VUB) padi yang memiliki sifat-sifat antara lain varietas ini tahan terhadap cekaman kekeringan, agak tahan terhadap hama Wereng Batang Coklat biotipe 1 dan 2, dan agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri strain III.

Dengan sifat-sifat tersebut, memungkinkan produktivitas yang dihasilkan tetap tinggi meskipun varietas lain di sekitar pertanaman mendapat serangan hama.yang merugikan

Dua varietas lainnya di lokasi demplot adalah Inpari 42 dan 43 yang akan dipanen  sekitar 12 - 14 hari lagi. Harapannya, kedua varietas tersebut juga menghasilkan produktivitas yang bagus.

Pewarta: Antara
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2018