Anggota DPR apresiasi vonis tinggi mantan pejabat

id ahmad sahroni, vonis narkoba mantan pejabat,logo dpr

ilustrasi DPR RI (ANTARA FOTO)

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado yang memvonis mantan pejabat kantor pajak wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara, Wahyu Nugroho dengan hukuman delapan tahun penjara.

"Vonis delapan tahun penjara ini membuktikan aparat pengadilan, khususnya di pengadilan tinggi benar-benar berkomitmen perang terhadap narkoba," kata Sahroni di Jakarta, Selasa.

Putusan Pengadilan Tinggi Manado itu lebih tinggi dibandingkan putusan Pengadilan Negeri Manado yang memvonis satu tahun penjara.

Menurut dia, vonis tinggi yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Manado serta membuktikan adanya kejanggalan dari putusan yang diberikan oleh PN Manado.

"Barang bukti lebih dari 30 gram seharusnya sudah menjadi gambaran bahwa oknum PNS Ditjen Pajak ini bukan sekadar sebagai pemakai yang harus direhabilitasi," kata politisi Partai NasDem ini.

Dalam kesempatan itu, Sahroni juga mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito dan jajarannya dalam pemberantasan narkoba, termasuk yang menjerat pegawai pajak tersebut.

Apresiasi juga disampaikan Sahroni terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Dirjen Pajak yang mau berkomitmen melakukan pemberantasan narkoba di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Manado, Vincentius Banar, Senin (12/2) membenarkan vonis delapan tahun penjara terhadap Wahyu Nugroho.

Nugroho divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado, dengan hukuman pidana 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Wahyu Nugroho sebelumnya ditangkap Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut 19 Oktober 2017 di parkiran basement apartemen taman Sari Lagon Bahu Mall dengan barang bukti dua paket besar narkotika jenis sabu-sabu seberat 30,41 gram.


Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar