Megawati diselamati Ketua MPR untuk doktor kehormatannya

id Doktor honoris causa Megawati,Megawati Soekarnoputri,Zulkifli Hasan

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri (ketiga kiri) didampingi Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata (keenam kanan) menghadiri Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa di kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).(ANTARA/M Agung Rajasa)

Bandung (ANTARA News) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengucapkan selamat kepada Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri atas pengukuhan gelar doktor kehormatan bidang Politik Pembangunan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Selamat Mbak Mega mendapatkan gelar doktor kehormatan untuk ke sekian kali, selamat untuk Mbak Mega," kata Zulkifli Hasan usai pengukuhan gelar itu di IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis.

Zulkifli mendukung gagasan Megawati untuk membuat Garis-Garis Besar Haluan Negara dalam orasi ilmiah pada pengukuhan itu.

Gelar doktor kehormatan untuk wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati ini bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap 8 Maret.

Zulkifli beserta para tamu VIP lain memasuki ruang Gedung Balairung Jenderal Rudini Kampus IPDN pukul 09.40WIB, sepuluh menit sebelum upacara penganuherahan dimulai dengan diawali kedatangan Megawati dengan menggunakan jubah toga diiringi mars IPDN.

Zulkifli duduk berdampingan dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta yang juga Ketua Umum Partai Hanura. Tampak pula Ketua Umum PPP Romahurmuziy, mantan wakil presiden Try Sutrisno, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Gelar doktor honoris causa dari IPDN ini adalah gelar kehormatan ketujuh yang diterima Megawati.  Sebelumnya putri proklamator RI Soekarno ini sudah mendapatkan gelar serupa dari Universitas Waseda, Tokyo, Jepang (2001), Moscow State Institute of International Relation, Rusia (2003), Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korsel (2015), Universitas Padjadjaran (2016), Universitas Negeri Padang (2017) dan Mokpo National University, Mokpo, Korsel (2017).

Pewarta : Muhammad Arief Iskandar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar