Pekerja Tangerang dangdutan rayakan Hari Buruh

id peringatan hari buruh,may day,buruh tangerang

Pekerja Tangerang dangdutan rayakan Hari Buruh

Suasana perayaan Hari Buruh di Kota Tangerang. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)

Tangerang (ANTARA News) - Ratusan buruh di Kota Tangerang pada Selasa pagi berkumpul di Alun-alun Ahmad Yani untuk merayakan Hari Buruh, menikmati berbagai acara hiburan mulai dari pembagian hadiah sampai pertunjukan musik dangdut di panggung besar.

"Kami ingin membuktikan bahwa buruh tidak hanya bisa turun ke jalan untuk demo, tapi juga bisa dengan cara seperti ini," kata Ketua Panitia Perayaan Hari Buruh Kota Tangerang Siswanto Sujatno.

Siswanto mengatakan para buruh yang tidak kebagian angkutan untuk menyampaikan aspirasinya di Jakarta mengikuti acara perayaan di alun-alun.

"Karena keterbatasan transportasi, makanya kita berkumpul di sini," kata Sekjen Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) itu.

Para buruh, ia mengatakan, tetap bisa menyampaikan aspirasi dalam acara itu.

"Kami ingin tenaga kerja asing itu khusus yang skill (ahli) saja, kalau yang tidak skill tidak usah tenaga asing. Seperti misalnya tukang batu, itu kan orang Indonesia bisa mengerjakannya," katanya tentang salah satu aspirasi buruh.

Acara di alun-alun juga menyediakan ratusan hadiah kejutan bagi buruh, termasuk di antaranya sepeda motor, sepeda, kipas angin, setrika dan berbagai alat elektronik lainnya.

"Ini semua dari perusahaan tempat buruh bekerja, yang dikumpulkan di sini untuk dibagikan kepada kami semua," kata Siswanto, yang berencana menuju Ibu Kota usai menghadiri acara hiburan.

Di samping itu, ada tempat pelayanan perpanjangan SIM gratis, ganti oli gratis, hingga periksa kesehatan gratis untuk memeriahkan Hari Buruh di Kota Tangerang.

Seorang buruh bernama Edwin mengaku senang bisa bergabung dengan para buruh dalam acara itu. "Dari pada kita turun ke jalan, ada baiknya kita terpusat begini untuk di Tangerang. Jadi lebih tertib dan menyenangkan," katanya.

Edwin mengaku tidak akan pergi ke Jakarta untuk bergabung dalam aksi para buruh, tetap berharap aspirasinya didengar.

"Masih banyak perusahaan yang tidak taat pada Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan pemerintah. Saya harap itu setidaknya dipenuhi," katanya.

Baca juga: Aksi damai buruh digelar di 25 provinsi
 


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar