Hotman Paris bantu pencarian penumpang kapal tenggelam

id km sinar bangun,hotman paris

Pengacara Hotman Paris Hutapea. (ANTARANews/Arindra Meodia)

Simalungun, Sumut (ANTARA News) - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea memberikan bantuan dalam pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Usai pencarian penumpang dari Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungu, Senin malam, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riyadil Akhir Lubis mengatakan, Hotman Paris Hutapea menyumbangkan dana sebesar Rp100 juta untuk mendukung penanganan yang dilakukan.

Bantuan tersebut diberikan pengcara asal Tapanuli itu melalui rekening milik BPBD di BRI Nomor rekening 005-30100-459-0301.

Selain Hotman Paris Hutapea, BPBD Sumatera Utara juga menerima bantuan dari tiga warga yang tidak menyebutkan nama dengan bantuan masing-masing Rp100 ribu.

"Kami berterima kasih kepada bang Hotma Paris dan tiga warga yang memberikan bantuan tersebut," katanya.

Menurut Riyadil, BPBD Sumatera Utara akan menggunakan bantuan tersebut untuk mendukung proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pengadaan "life jacket" yang akan diserahkan kepada pemilik kapal yang beroperasi di Danau Toba.

"Kami akan terbuka dalam pemanfaatan bantuan yang diberikan masyarakat tersebut," ujar Riyadil.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 19 korban selamat dan tiga korban tewas.

Dalam pengumuman di posko terpadu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Kamis, dicantumkan bahwa identitas tiga korban tewas itu adalah Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Fajryanti (47), warga Kota Binjai, dan Indah Juwita Saragih (22), warga Sidamanik, Simalungun.

Pewarta : Irwan Arfa
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar