Kapolda bentuk tim gabungan cari perampok bank

id perampokan bank btpn, kapolda sumut,paulus waterpauw

Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw. (ANTARA /Irsan Mulyadi)

Medan (ANTARA News) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Umum bekerja sama dengan Polrestabes Medan membentuk tim gabungan mencari pelaku perampokan bersenjata di Bank BTPN Purna Bakti Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

"Pelaku perampokan tersebut secepatnya harus dapat ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang membawa kabur uang masyarakat," kata Irjen Paulus, usai perayaan HUT Bhayangkara, di Mapolda, Rabu.

Menurut dia, petugas kepolisian saat ini masih bekerja memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan keterangan dari masyarakat yang mengetahui kasus perampokan tersebut.

"Kasus perampokan di Bank itu, ada indikasi bahwa pelaku telah lebih dahulu mengetahui uang ratusan juta rupiah yang berada dalam `cash box` dan langsung mereka ambil setelah mengancam kasir," ujar Irjen Pol Paulus.

Ia mengatakan, dari tiga orang pelaku perampokan itu, hanya satu orang yang berani masuk dan dua orang lagi menunggu di luar, serta berada dalam mobil.

"Hal ini dilakukan perampok tersebut untuk menghindari rekamam CCTV yang terpasang di kantor Bank BTPN.Mereka juga diduga mengetahui situasi kantor," kata Kapolda Sumut itu.

Sebelumnya, perampokan bersenjata terjadi di Bank BTPN Purna Bakti Tembung, Jalan Medan - Batangkuis, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (10/7) dan pelaku menggondol "cash box" berisi uang senilai Rp148 juta.

Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa, mengatakan kasus perampokan tersebut sedang diselidiki dan petugas masih berada di lapangan.

Menurut dia, pelaku perampokan itu mengambil cash box Bank PTPN Purna Bakti Tembung.

"Kita, masih melakukan penyelidikan untuk menangkap perampok tersebut," ujar AKBP Putu.

Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar